Hari berganti hari, sedemikian cepat berlalu, tanpa terasa mungkin saat ini usia kita telah menginjak senja. Berarti telah banyak tahun hidup yang telah kita lalui, namun pertanyaannya adakah kita semakin hari semakin bijak dalam hidup ini. Mungkin kita malah akan tercengang ternyata hidup kita tidak lebih baik dari dulu bahkan mungkin tidak lebih baik dibanding dengan mereka yang belum mengenal Tuhan.
Marah masih menjadi bagian dalam hidup ini, entah berapa kali dalam sehari kita memuntahkan emosi kita dengan kemarahan yang berlebihan. Kadang pengertian dan harapan tidak selalu menjadi kenyataan. Kebenaran yang kupahami seharusnya mengajarku semakin bijak dan pengertian ini dan juga berharap bisa mencapainya namun kadang tidak seperti itu dalam kenyataannya.
Dalam banyak hal sifat kita juga harusnya sesuai dengan kebenaran firman sesuai dengan semakin tua harusnya semakin bijak tetapi relasi kita dengan orang lainpun sering tidak berubah. Masih ingin menang sendiri bahkan merasa paling benar sendiri dan lebih ingin mengatur orang lain. Apalagi jika kita masih memagang jabatan mungkin kita tidak pernah memikirkan akan kebutuhan orang lain.
Sebagai contoh dalam dunia pelayanan seringkali kita membuat peraturan kepada bawahan kita dengan standard ganda. Maksudnya kita memikirkan akan kemajuan oraganisasi ini memang benar tetapi tidak memikirkan kebaikkan akan pengerjanya.
Kita seringkali membungkus dengan kata kata “pelayanan” padahal sesungguhnya merekapun sesungguhnya bekerja namun kita tidak memikirkan kebutuhan hidupnya, mungkin tidak melulu materi, tetapi kehidupan pribadi mereka. Misalnya jam kerja mereka kita bungkus dengan kata pelayanan sehingga tidak lagi ada jam kerja, namun apa yang bisa mereka dapatkan? Bahkan waktu cutipun terbatas bagi mereka ambil untuk keluarganya.
Kita berusaha seminimal mungkin untuk memberi upah ataupun jatah cuti seakan kita tidak rela jika mereka bisa menikmati libur mereka, sementara kita sendiri menganggap sudah bijaksana dimanakah letak bijaksananya.
Memang banyak orang yang tidak bertanggung jawab dalam menjalankan kehidupannya namun itu tanggung jawab mereka dihadapan Tuhan, namun kita janganlah membalas mereka dengan kejahatan kita sendiri yaitu bersikap menekan mereka, Tuhan memberkati kita biarlah kita juga memberkati mereka yang ada di sekitar kita bahkan bawahan kita.
Dalam keluargapun demikian, bagaimana sikap kita terhadap anak, mungkin menantu atau mungkin yang sudah punya cucu. Apa yang mereka katakan tentang kita? Hidup kita hanya meninggalkan nama dan kesan dalam dunia, apa yang ingin kita tinggalkan kepada generasi kemudian ? Kesan apa yang ingin kita tinggalkan bagi mereka tentang diri kita?
Saudara waktu terus berjalan, sekaranglah waktunya mari kita isi waktu kita dengan hal yang baik. Jadilah contoh bagi generasi kedepan, tinggalkan legacy kepada mereka sebagai penerus kehidupan ini. Tuhan hanya ingin kita menjadi berkat bagi orang lain dan membawa jiwa kepada Tuhan, Tuhan tidak meminta kita untuk menjadi kaya dan sombong yang hanya memikirkan diri dan keluarga sendiri tetapi jadilah terang dan garam dalam hidup kita.
Mari saudara dengan waktu yang tersisia kita kerjakan bagian kita untuk Tuhan dan memberi kebaikkan kepada semua orang agar nama Tuhan di muliakan, jangan menjadi sandungan bagi orang percaya karena tingkah laku kita
Tuhan memberkati
