Monday, May 25, 2026

Semakin Bijakkah

 Hari berganti hari, sedemikian cepat berlalu, tanpa terasa mungkin saat ini usia kita telah menginjak senja. Berarti telah banyak tahun hidup yang telah kita lalui, namun pertanyaannya adakah kita semakin hari semakin bijak dalam hidup ini. Mungkin kita malah akan tercengang ternyata hidup kita tidak lebih baik dari dulu bahkan mungkin tidak lebih baik dibanding dengan mereka yang belum mengenal Tuhan.

Marah masih menjadi bagian dalam hidup ini, entah berapa kali dalam sehari kita memuntahkan emosi kita dengan kemarahan yang berlebihan. Kadang pengertian dan harapan tidak selalu menjadi kenyataan. Kebenaran yang kupahami seharusnya mengajarku semakin bijak dan pengertian ini dan juga berharap bisa mencapainya namun kadang tidak seperti itu dalam kenyataannya.

Dalam banyak hal sifat kita juga harusnya sesuai dengan kebenaran firman sesuai dengan semakin tua harusnya semakin bijak tetapi relasi kita dengan orang lainpun sering tidak berubah. Masih ingin menang sendiri bahkan merasa paling benar sendiri dan lebih ingin mengatur orang lain. Apalagi jika kita masih memagang jabatan mungkin kita tidak pernah memikirkan akan kebutuhan orang lain.

Sebagai contoh dalam dunia pelayanan seringkali kita membuat peraturan kepada bawahan kita dengan standard ganda. Maksudnya kita memikirkan akan kemajuan oraganisasi ini memang benar tetapi tidak memikirkan kebaikkan akan pengerjanya.

Kita seringkali membungkus dengan kata kata “pelayanan” padahal sesungguhnya merekapun sesungguhnya bekerja namun kita tidak memikirkan kebutuhan hidupnya, mungkin tidak melulu materi, tetapi kehidupan pribadi mereka. Misalnya jam kerja mereka kita bungkus dengan kata pelayanan sehingga tidak lagi ada jam kerja, namun  apa yang bisa mereka dapatkan? Bahkan waktu cutipun terbatas bagi mereka ambil untuk keluarganya.

Kita berusaha seminimal mungkin untuk memberi upah ataupun jatah cuti seakan kita tidak rela jika mereka bisa menikmati libur mereka, sementara kita sendiri menganggap sudah bijaksana dimanakah letak bijaksananya.

Memang banyak orang yang tidak bertanggung jawab dalam menjalankan kehidupannya namun itu tanggung jawab mereka dihadapan Tuhan, namun kita janganlah membalas mereka dengan kejahatan kita sendiri yaitu bersikap menekan mereka, Tuhan memberkati kita biarlah kita juga memberkati mereka yang ada di sekitar kita bahkan bawahan kita.

Dalam keluargapun demikian, bagaimana sikap kita terhadap anak, mungkin menantu atau mungkin yang sudah punya cucu. Apa yang mereka katakan tentang kita? Hidup kita hanya meninggalkan nama dan kesan dalam dunia, apa yang ingin kita tinggalkan kepada generasi kemudian ? Kesan apa yang ingin kita tinggalkan bagi mereka tentang diri kita?

Saudara waktu terus berjalan, sekaranglah waktunya mari kita isi waktu kita dengan hal yang baik. Jadilah contoh bagi generasi kedepan, tinggalkan legacy kepada mereka sebagai penerus kehidupan ini. Tuhan hanya ingin kita menjadi berkat bagi orang lain dan membawa jiwa kepada Tuhan, Tuhan tidak meminta kita untuk menjadi kaya dan sombong yang hanya memikirkan diri dan keluarga sendiri tetapi jadilah terang dan garam dalam hidup kita.

Mari saudara dengan waktu yang tersisia kita kerjakan bagian kita untuk Tuhan dan memberi kebaikkan kepada semua orang agar nama Tuhan di muliakan, jangan menjadi sandungan bagi orang percaya karena tingkah laku kita

Tuhan memberkati


Sunday, May 24, 2026

5 tahun sudah

Waktu 5 tahun cepat sekali berlalu. 5 tahun yang lalu aku ada dalam kesedihan besar dan sangat sulit kulalui yaitu dengan adanya kejadian kepergian istri yang meninggalkan ku seorang diri dalam dunia, karena ia berpulang kerumah bapak di sorga.

Kepergiannya itu membuat dunia ini seakan runtuh,  dan dalam kurun waktu setahun aku hampir menjadi orang yang sangat tidak produktif, tubuh dan pikiran tidak bisa bersatu. Hidup banyak dalam angan-angan dan kenangan belaka.

Istri yang sangat kucinta meninggalkan ku seorang diri. Wie........... Nama yang akrab saat kupanggil namanya...... 5 tahun sudah kau pergi meninggalkanku namun  kenangan akan dirimu tidak pernah bisa lepas dari hidupku.

Aku teringat pesanmu saat kita berbicara mengenai kematian dan keterpisahan, engkau mengatakan aku harus menikah kembali karena engkau tahu aku tidak bisa sendirian menjalani hidup ini, engkau sangat serius mengatakan hal ini, bahkan ketika mendekat hari meninggalmu suatu kali engkau malah menyebutkan satu nama yang mungkin cocok untuk aku.......... Tahukah kau Wie.... Sekarang dia telah kunikahi yaitu Rinna (Xiao Lin Na..... Engkau biasa menyebutnya konsilimu.....)

Kami sekarang telah menikah, dan kami tidak pernah melupakanmu..... Wie.... Aku sering salah memanggil namanya dengan menyebut namamu. Aku berusaha untuk tidak menyebut dengan salah karena aku tahu bahwa engkau adalah masa laluku dan masa sekarang ku adalah Rinna. Bukan aku melupakanmu tetapi aku harus hidup dalam realita bahwa yang sekarang bersamaku adalah Rinna dan aku juga mencintainya.

5 tahun sudah berlalu dan 3 tahun sudah aku menikah kembali dan hidup masih terus berjalan..... Aku berterima kasih banyak atas pengalaman hidup kita lalu dan aku belajar kesalahan masa lalu untuk tidak kulakukan pada Rinna, semoga aku bisa memberikan yang terbaik pada Rinna.

Terima kasih untuk pengalaman hidup kita yang lalu dan Tuhan sudah memberikan pengalaman pengalaman hidup kita sebagai modal di kehidupanku sekarang ini. ANUGRAH TUHAN TERLALU BESAR DALAM HIDUP  ini sehingga tidak ada alasan aku untuk tidak bersyukur atas esemua pemeliharaan Tuhan baik dimasa bersamamu maupun saat ini bersama Rinna. 

Saat ini tatkala aku dalam kesendirian bayangmu dan kehidupan kita dahulu sering muncul seperti film di benakku dan ini masih memberikan rasa sedih dalam diriku. Aku tidak ingin melupakanmu namun aku juga tidak ingin masalalu membelengguku dalam kesedihan.

Rinna telah hadir dalam hidupku dan memberikan segalanya untukku dan aku sangat bersalah jika masih mengenangmu walau aku akui kenangan memang tidak bisa dilupakan namun setidaknya janganlah kesedihan itu muncul dan menggangu perasaanku sehingga suasana menjadi sendu

Aku sejujurnya menikmati hidup sekarang karena Rinna telah mengisi bagian dari dirimu dari sisinya dan aku tidak lagi sendirian, kedepan aku masih terus mengerjakan kehidupan pernikahan ini lebih baik bersama Rinna. Tuhan akan menolong aku . Dan kami berdua masih terus mengenangmu dalam hati kami masing - masing

Terima kasih Tuhan


Monday, September 8, 2025

Pengampunan dan Penerimaan

Mengampuni adalah suatu kata yang sudah sering kita dengar namun sangat sulit kita melakukannya. Secara pengertian dan keharusan setiap kita sebagai orang percaya tahu bahwa Alkitab mengajarkan kita untuk mengampuni berdasarkan contoh Kristus mati di kayu salib untuk mengampuni dosa kita.

pertanyaannya kenapa kita tidak bisa mengampuni orang lain? apalagi orang yang terdekat dengan kita. Kita sulit mengampuni pasangan kita yang bersalah atau melakukan dosa tertentu, apalagi dosa itu yang menyentuh pride kita atau merusak harga diri kita.

Contoh, bisakah kita menerima pasangan kita yang jatuh dalam perselingkuhan, peristiwa perselingkuhan itu sangat melukai hati dan juga menyentuh pride seseorang baik itu wanita ataupun pria.

Seorang yang kita hormati, misalnya rohaniwan, jatuh kedalam dosa-dosa tertentu dan itu merusak image kita dan mengganggu iman kita maka akan sangat marah dan sulit mengampuni rohaniwan tersebut.

Dengan pengertian kebenaran yang kita terima dan kita mengerti dan kita berusaha dan menjalaninya dengan memberi pengampunan namun biasa hanya sampai di pikiran dan dalam prilaku seringkali kita masih tidak benar benar mengampuni.

Banyak kali dalam peritiwa pengampunan terhadap seseorang yang telah berdosa lalu dalam pertobatan orang tersebut akan memulai kembali kehidupannya dalam kebenarannya namun realitanya mereka sangat sulit untuk bisa diterima di banyak kalangan.

sebagai contoh seorang rohaniwan jatuh dalam dosa dan bertobat, kita seringkali mengatakan di mulut kita yang harus mengampuni seseorang dan beri kesempatan untuk bertobat. Namun dalam realita seringkali dijumpai mereka sangat sulit untuk bisa diterima di gereja manapun, karena latar belakang mereka menjadi halangan mereka untuk diteriima, artinya kita memberi pengampunan namun kita tidak menerimanya, masih menyimpan masa lalunya sehingga sulit menerimanya.

Pertanyaan yang harus kita renungankan apakahh ini mengampuni, apakah benar sudah memaafkan, jika yah kenapa kita tidak menerimanya dan member kesempatan kepadanya.

Jawabannya adalah kitapun manusia berdosa yang masih terikat dengan dosa kita yang tidak bisa mengampuni secara total pada seseorang. Mari kita bersama belajar dengan kesungguhan dalam Kristus dan berdasar Alkitab, memaafkan, mengampuni dan juga menerima seseorang dalam hidupnya..

Tuhan memberkati.....

Thursday, August 21, 2025

Dialog dengan Tuhan

Aku bersyukur dalam hidup ini boleh mengenal Yesus Kristus sebagai Tuhan dan juru Selamatku pribadi. Dia adalah Allah dan juga sahabatku yang tidak pernah meninggalkan diriku dan tempat dimana aku boleh bercengkrama denganNYA tanpa ada keraguan dan ketakutan.

Hidup penuh dengan pergulatan dan juga perjalanan iman yang naik turun, tanpa Kristus mendampingi sepertinya tak terbayangkan bagaimana akhir hidupku ini.  Dalam lembah yang terdalam aku diangkatnya menjadi anaknya, dibersihkannya lumpur-lumpur yang melekat dalam tubuhku

Dalam menjalani hidup ini tak pernah sekalipun engkau membiarkan aku jalan sendirian, namun harus ku akui kadang aku yang melupakan engkau yang setia di sisiku. Tatkala aku sedang menikmati keberhasilan hidup yang notabene adalah kesempatan yang KAU berikan aku lupa bersyukur, celakanya tatkala aku terpuruk aku mencari engkau dan menyalahkan Engkau tidak menyertaiku.

Tuhan ampunilah anakmu ini yang tidak mensyukuri semua berkat yang Tuhan sediakan. Banyak yah Tuhan berkat berkat yang tak terhitung yang selalu kau berikan padaku. 

Aku mengenang tatkala kau berikan Weijen sebagai istriku bagaimana Tuhan membentuk kami berdua melewati perjalanan hidup dan pelayanan bersama, dimana saat kami terpuruk dalam ekonomi yang tidak terbayangkan namun nyatanya kami bisa lewati bersama.

Kau berikan Istri yang begitu baik dan mengasihi, mencintai merawat aku tatkala aku harus terpapar penyakit yang menghabiskan dana dan mengintai nyawa, Tuhan hadir melawat dan merawat melalui istriku hingga aku berhasil melewati sakit ginjalku, betapa aku bersyukur......

Namun tidak sampai disitu saja yah Tuhan, dalam perjuangan penyakit ginjal itu berbagai penyakitpun menghampiri dan disitu juga Tuhan turun tangan bahkan memberiku semangat untuk terus melayani. Terima kasih Tuhan.

Sampai satu saat wabah dunia menerpa dimana seluruh dunia terpapar covid yang mematikan, dan kami berdua terpapar, disini aku kehilangan orang yang kucintai istriku Lie Weijen dia berpulag kehadiratmu yang lebih mengasihinya, aku terpuruk yah Tuhan..... yah sangat terpuruk..... hampir setahun aku tidak efektif melayani hanya merenung dikamar, namun kau hadir disana menemani ku dan menuntunku kembali perlahan bangkit.

Tidak sampai disitu yah Tuhan, dalam keterpurukan itu kau memberi sosok baru dalam hidupku yaitu istriku yang sekarang Rinna yang mengasihiku dan juga kukasihi yang mau menemaniku menjanai hidup ini kedepan..... terima kasih Tuhan atas kebaikkanmu dan pemeliharaanmu

Namun perjalanan hidup ini tidaklah mudah banyak cercaan dan penolakan ketika aku akan menikah kembali, seakan akan aku berdosa besar dan bersalah kepada almarhumah istriku Lie Weijen, sementara semasa hidupnya istriku ini sangat tahu aku tidak bisa sendiri dan beramanah jika ia berpulang lebih dahulu mengatakan sebaiknya aku menikah kembali jika Tuhan beri.

Banyak teman pro dan kontra dan tidak sedikit teman baik kami berdua satu persatu menghilang dan tidak lagi berteman seperti dahulu lagi, namun sekali lagi Tuhan dalam hal ini hanya kepadamu saja aku berseru dan bercengkrama, hanya Engkau yang paling tahu diriku.

Tuhan .... dalam masa saat ini meski aku masuk usia pensiun tidak ada sedikitpun kegentaran memasukinya walau aku sadari tidak lagi ada pemasukkan besar seperti lalu, sedikit sudah tangan-tangan orang yang memberi berkat karena memang aku sudah tidak lagi menjabat namun aku tidak mengapa, karena ada Tuhan memakai caranya memeliharaku.

Kesulitan dana.... sudah tentu namun dalam kontak berobat dan membeli obat, namun sekali lagi Tuhan jaga melalui BPJS obat-obat paten selama ini dukungan teman teman berganti dengan obat generik yang didapat gratis dari pemerintah yang memeliharaku. 

Check ke Singapore tempat aku di operasi transplan ginjal dari 4 bulan sekali kini hanya setahun sekali namun Tuhan jaga dengan memberi kesehatan melalui kontrol di RSCM ini semua berkat pemeliharaan Tuhan. Tuhan Engkau benar nyata dalam hidupku dan selalu hadir. Tuhan beri aku kekuatan untuk tidak mengecewakan dirimu dengan terus hidup benar dan menguduskan diri dihadapan Tuhan

Masa semakin tua Tuhan masih memberi aku kesempatan study hingga meraih gelar doktor sangat tidak terbayangkan. Dengan biaya yang cukup besar namun entah dari mana aku bisa membayarnya jika bukan Tuhan yang memberi siapa lagi

aaah..... Tuhan terima kasih

aku tidak mengejar Kekayaan, kehebatan, tidak mengejar kedudukan, jabatan hanya satu yang  kuingini yah Tuhan yaitu hidup benar dan tidak menyakiti hatiMU 

Ajarlah aku hidup benar sesuai dengan firmanmu menjalani hidup hari demi hari dengan melakukan apa yang Tuhan ingin aku lakukan, selebihnya biar Tuhan yang atur hiduku.

Terima kasih Tuhan

Wednesday, August 20, 2025

KEJATUHAN ORANG PERCAYA

Sebagai Orang yang telah diselamatkan oleh kristus Yesus dan menerimaNya sebagai Tuhan dan juru selamatnya pribadi maka dipastikan orang tersebut percaya bahwa hidup yang ia jalani sekarang adalah anugrah yang Tuhan berikan kepadanya.

Orang percaya ini berusaha menjalani kehidupannya dengan sungguh sungguh mengikuti kebenaran firman Tuhan namun dengan berjalannya waktu heran sekali iman dan kepercayaan orang tersebut tidaklah sekuat seperti tatkala ia baru percaya dan menerima Kristus Yesus.

Segala pengetahuan Alkitab yang ia tahu dan juga segala kebenaran yang ia yakini hanya berhenti sampai dalam benak mereka saja, hanya tinggal slogan tidak terwujud dalam tingkah laku mereka.

Mereka ini bukanlah tidak mencintai Tuhan atau tidak percaya lagi kepada Tuhan, jika berbicara dengan mereka dan melihat semangat mereka tatkala berbicara mengenai kebenaran seringkali masih menggebu dan menunjukkan betapa mereka bersyukur atas keselamatan yang mereka terima dari Tuhan Yesus Kristus, bahkan dari mereka masih bersemangat mengambil pelayananan serius dalam menjalani pelayanannya.

Namun dalam realita kehidupan mereka sepertinya mereka masih ada hati yang percaya dan mau setia pada Tuhan namun dalam menjalani kehidupan ini mereka bisa memisahkan antara pengertian mereka akan Tuhan maksudnya dalam keseharian mereka masih berkecimpung dalam dosa keseharian, yang menjadi kelemahan mereka.

Ironisnya mereka-mereka itu banyak juga yang memegang jabatan penting dalam hal kerohanian, maksudnya mereka itu banyak yang adalah pengerja gereja sebagai aktivis gereja, Majelis gereja bahkan juga hamba-hamba Tuhan

Menyedihkan memang, firman hanya berhenti sampai di pengetahuan mereka dan tidak menjadi gaya hidup mereka dalam menyikapi kehidupan keseharian. Kebanyakan kejatuhan yang mereka hadapi adalah dosa kemunafikan, seksual, keuangan dan juga kedudukan.

Pernah sekali saya berbincang dengan seorang majelis gereja yang sedang bergumul dalam tuntutan hukum karena terjadi penipuan keuangan dalam usaha mereka dengan negara dan tentu saja hal ini menjadi bahan pembicaraan banyak orang di lingkungan gereja.

Ada pula dalam dalam konteks konseling ditemui beberapa rohaniwan wanita muda yang di lecehkan secara seksual oleh oknum majelis gereja dimana rohaniwan ini praktek di gereja majelis tersebut dan di tempatkan tinggal di rumah majelis tersebut.

Banyak pula para rohaniwan muda yang baru lulus mengejar kesempatan untuk bisa dapat kedudukan yang lebih baik atau mendapatkan penghasilan lebih dengan cara tidak bertanggung jawab menjalankan bagiannya sebagai full timer di gereja tempatnya melayani tetapi lebih banyak menerima tawaran kotbah diluar yang notabene mencari kesempatan untuk ketenaran, kesempatan  atau keuangan yang lebih dari apa yang didapat.

Tidak hanya begitu, betapa banyak para pendeta senior yang tidak ingin mendapat saingan atau menjaga erat posisinya dengan tidak pernah memberi kesempatan pada rohaniwan yuniornya untuk naik, atau di pendetakan, malah tidak kurang banyaknya mereka malah di lengserkan karena tidak taat pada “kehendak” pendeta seniornya. Atau perebutan kedudukan jika ada pemilihan sinode atau apapun dalam kanca mendapatkan kedudukan menjadi orang nomor satu.

Ini semua menjadi satu fenomena umum yang terjadi, bagaimanakah jemaat tidak akan jatuh dan bertumbuh jika sebagai orang percaya kita tidak bisa menyatukan pengetahuan kebenaran firman Tuhan dan mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Fenomena seperti ini seharusnya menjadi satu peringatan bagi kita sebagai orang percaya. Bahwa iblis bekerja luar biasa dan tahu kelemahan kita. Ada yang lemah dalam dosa seksual maka ia akan merongrong agar orang percaya jatuh dengan selalu memberi kesempatan satu situasi yang membuat seseorang jatuh. Demikian juga dengan dosa lainnya.

Dosa demikian mengerikan, jangan anggap diri kita kuat karena seringkali kita merasa kita mengerti kebenaran dan merasa berbuat segala sesuatu untuk Tuhan namun dibalik itu semua motivasi kita salah. Kita bisa membohongi orang di sekitar kita namun ingatlah Tuhan tidak buta.  

Saudara terkasih mari kita bersama waspada bahwa kita ini lemah, tidak ada seorangpun yang kuat tanpa pertolongan Allah dalam hidup kita, jangan pernah andalkan pikiran dan perasaan kita tetapi serahkan pikiran dan perasaan kita kedalam tangan Tuhan.


Wednesday, January 15, 2025

Menyongsong 2025

 

Julimin Nagaputra

 

Tahun 2025  sudah di lewati lebih dari 10 hari, dan setiap hari selalu saja ada berita yang mengejutkan bagi setiap dari kita. Pertanyaan demi pertanyaan selalu muncul dalam benak kita dari apa yang kita hadapi ini.

Bencana alam terjadi dimana-mana, banjir di banyak tempat di Indonesia, kebakaran luar biasa terjadi di Amerika, Los Angelesa, California dengan dahsyat menghanguskan segala yang ada dan memiskinkan mereka yang ada disana. Dunia sedang mengalami goncangan…..

Waktu memasuki tahun 2025 ini apa yang ada dalam benak kita, pengharapan apa yang kita harapkan dan apa yang telah kita syukuri pada hidup yang sudah berlalu ini. Resolusi apa yang kita canangkan dalam hidup kita kedepan.

Satu hal dalam hidup ini yang selalu harus kita perhatikan adalah persiapan kita dalam menghidupi kelanjutan dalam hidup didunia ini, bagaimana relasi kita dengan Tuhan apakah semakin hari semakin erat dan terus bertumbuh didalamNYA. Salah satu hal yang menunjuk kedekatan kita pada Tuhan adalah bagaimana kita berelasi dalam keluarga kita dan dengan lingkungan kita.

Kadang kita kecewa melihat hidup kita, keluarga kita tidak semakin baik, relasi kita juga mungin tidak bertumbuh dengan pasangan, anak-anak kita juga semakin tidak perduli akan hidup kerohaniannya bahkan juga terhadap relasi keluarga.

Mari saudara kita tidak boleh pernah menyerah, kita harus terus berjuang dan perjuangan itu harus dimulai dari diri kita sendiri. Jangan pernah menyalahkan orang lain atau keadaan karena memang keadaan dunia ini sedang tidak baik-baik saja. Namun kita harus tetap bertahan dalam iman disituasi yang tidak baik-baik saja ini.

Satu hal yang tidak pernah berubah dalam dunia ini yaitu Kasih Tuhan kepada ciptaanNYA. Tuhan mengasihi kita dan tidak ingin melihat kita binasa, namun kita juga harus mengusahakan diri hidup dalam Tuhan dan terus bertumbuh dalam Tuhan.

Mari saudara terkasih kita bergandeng tangan Bersama semua orang percaya hidup dalam perjuangan yang sama melawan dunia yang sedang tidak baik ini dengan pertolongan Tuhan

Tuhan memberkati

Saturday, August 17, 2024

Sulitnya Mengasihi

 Mudah sekali bagi seseorang mengadakan Mengasihi...

Apakah memang dalam mengasihi seorang semudah kata-kata? Tentu tidak saudara. Mengasihi itu adalah suatu perjuangan panjang dan kerendahan hati yang laur biasa yang harus di kerjakan.

Mengasihi itu sangat erat hubungannya dengan persaaan kita, persaaan nyaman kita, persaaan penerimaan terhadap diri kita Dan juga pemenuhan akan kebutuhan kita dari seseorang.

Tatkala kita tersakiti oleh mereka yang kita kasihi apakah kita tetapi mengasihi ya? Tatkala kebutuhan kita tidak terpenuhi apakah kita Masih mengasihinya. Jika ya... Apakah kasih itu bergantung pada diri kita? Atau diri orang yang kita kasihi atau kah ada hal lainnya....?

Secara umum manusia mengasihi dengan syarat tertentu, saya mengasihi seseorang yang memberikan daya tarik luar biasa kepada diri saya, itu mengasihi yang berdasar kepada ketertarikan fisik. Mengasihi seseorang karena kebaikkan yang selalu kita terima, perhatian dan bantuan yang selalu kita terima dari orang tersebut, kasih yang karena kebutuhan kita terpenuhi....?

Kalau begitu alangkah dangkalnya kasih kita yang hanya berorientasi kepada diri kita sendiri. Bukankah dengan demikian kita itu egois, yaitu hanya mengasihi sebagai balasan dari sesuatu yang kita terima dari orang lain.

Sebagai orang percaya, Orang Kristen, kita melihat contoh jelas dari Yesus Kristus yang mengasihi justru mereka yang menyalibkanNYa. Kasih yang tanpa syarat kepada manusia yang memang ingin Dia selamatkan

Kasih Kristus yang tidak berkesudahan kepada umat manusia yang selalu menyakiti diriNya Dan selalu berdosa ini. Jika kita harus berkaca kepada Kristus maka seyogianya kasih kita itu bukalah kasih yang bersyarat, tetapi kasih Kristus dalam diri kita terpancar keluar dalam relasi kita dengan orang lain.....

Kita mengasihi orang lain yang mungkin tidak ada relasinya dengan kita, misalnya kita melihat orang yang hidupnya kekurangan yang ada disekitar kita Dan tergerak untuk menolong mereka. Kasih kita kepada mereka yang belum kenal Tuhan Yesus Dan memperkenalkannya kepada Kristus.

Dalam berkeluarga bisakah kita mengasihi pasangan kita dalam segala kekurangannya. Mungkin Dia tidak dapat memenuhi kebutuhan kita atau harapan kita, masihkah kita tetapi mengasihinya dengan semangat kasih yang sama.

Waktu anak-anak kita bertumbuh semakin dewasa namun tidak sesuai dengan harapan kita, masihkah kita mengasihi mereka Dan membimbing mereka terus atau justru kita acuhkan mereka ......

Mari saudara kita kembali memeriksa kasih yang ada dalam diri kita masing-masing Dan terus menjaga kasih Kristus dalam diri kita semakin nyata Dan mengalir dalam hidup kita dengan ditandai kasih kita yang tidak berkesudahan dan tanpa pamrih kepada sekitar kita. TUHAN memberkati