Monday, May 25, 2026

Semakin Bijakkah

 Hari berganti hari, sedemikian cepat berlalu, tanpa terasa mungkin saat ini usia kita telah menginjak senja. Berarti telah banyak tahun hidup yang telah kita lalui, namun pertanyaannya adakah kita semakin hari semakin bijak dalam hidup ini. Mungkin kita malah akan tercengang ternyata hidup kita tidak lebih baik dari dulu bahkan mungkin tidak lebih baik dibanding dengan mereka yang belum mengenal Tuhan.

Marah masih menjadi bagian dalam hidup ini, entah berapa kali dalam sehari kita memuntahkan emosi kita dengan kemarahan yang berlebihan. Kadang pengertian dan harapan tidak selalu menjadi kenyataan. Kebenaran yang kupahami seharusnya mengajarku semakin bijak dan pengertian ini dan juga berharap bisa mencapainya namun kadang tidak seperti itu dalam kenyataannya.

Dalam banyak hal sifat kita juga harusnya sesuai dengan kebenaran firman sesuai dengan semakin tua harusnya semakin bijak tetapi relasi kita dengan orang lainpun sering tidak berubah. Masih ingin menang sendiri bahkan merasa paling benar sendiri dan lebih ingin mengatur orang lain. Apalagi jika kita masih memagang jabatan mungkin kita tidak pernah memikirkan akan kebutuhan orang lain.

Sebagai contoh dalam dunia pelayanan seringkali kita membuat peraturan kepada bawahan kita dengan standard ganda. Maksudnya kita memikirkan akan kemajuan oraganisasi ini memang benar tetapi tidak memikirkan kebaikkan akan pengerjanya.

Kita seringkali membungkus dengan kata kata “pelayanan” padahal sesungguhnya merekapun sesungguhnya bekerja namun kita tidak memikirkan kebutuhan hidupnya, mungkin tidak melulu materi, tetapi kehidupan pribadi mereka. Misalnya jam kerja mereka kita bungkus dengan kata pelayanan sehingga tidak lagi ada jam kerja, namun  apa yang bisa mereka dapatkan? Bahkan waktu cutipun terbatas bagi mereka ambil untuk keluarganya.

Kita berusaha seminimal mungkin untuk memberi upah ataupun jatah cuti seakan kita tidak rela jika mereka bisa menikmati libur mereka, sementara kita sendiri menganggap sudah bijaksana dimanakah letak bijaksananya.

Memang banyak orang yang tidak bertanggung jawab dalam menjalankan kehidupannya namun itu tanggung jawab mereka dihadapan Tuhan, namun kita janganlah membalas mereka dengan kejahatan kita sendiri yaitu bersikap menekan mereka, Tuhan memberkati kita biarlah kita juga memberkati mereka yang ada di sekitar kita bahkan bawahan kita.

Dalam keluargapun demikian, bagaimana sikap kita terhadap anak, mungkin menantu atau mungkin yang sudah punya cucu. Apa yang mereka katakan tentang kita? Hidup kita hanya meninggalkan nama dan kesan dalam dunia, apa yang ingin kita tinggalkan kepada generasi kemudian ? Kesan apa yang ingin kita tinggalkan bagi mereka tentang diri kita?

Saudara waktu terus berjalan, sekaranglah waktunya mari kita isi waktu kita dengan hal yang baik. Jadilah contoh bagi generasi kedepan, tinggalkan legacy kepada mereka sebagai penerus kehidupan ini. Tuhan hanya ingin kita menjadi berkat bagi orang lain dan membawa jiwa kepada Tuhan, Tuhan tidak meminta kita untuk menjadi kaya dan sombong yang hanya memikirkan diri dan keluarga sendiri tetapi jadilah terang dan garam dalam hidup kita.

Mari saudara dengan waktu yang tersisia kita kerjakan bagian kita untuk Tuhan dan memberi kebaikkan kepada semua orang agar nama Tuhan di muliakan, jangan menjadi sandungan bagi orang percaya karena tingkah laku kita

Tuhan memberkati


Sunday, May 24, 2026

5 tahun sudah

Waktu 5 tahun cepat sekali berlalu. 5 tahun yang lalu aku ada dalam kesedihan besar dan sangat sulit kulalui yaitu dengan adanya kejadian kepergian istri yang meninggalkan ku seorang diri dalam dunia, karena ia berpulang kerumah bapak di sorga.

Kepergiannya itu membuat dunia ini seakan runtuh,  dan dalam kurun waktu setahun aku hampir menjadi orang yang sangat tidak produktif, tubuh dan pikiran tidak bisa bersatu. Hidup banyak dalam angan-angan dan kenangan belaka.

Istri yang sangat kucinta meninggalkan ku seorang diri. Wie........... Nama yang akrab saat kupanggil namanya...... 5 tahun sudah kau pergi meninggalkanku namun  kenangan akan dirimu tidak pernah bisa lepas dari hidupku.

Aku teringat pesanmu saat kita berbicara mengenai kematian dan keterpisahan, engkau mengatakan aku harus menikah kembali karena engkau tahu aku tidak bisa sendirian menjalani hidup ini, engkau sangat serius mengatakan hal ini, bahkan ketika mendekat hari meninggalmu suatu kali engkau malah menyebutkan satu nama yang mungkin cocok untuk aku.......... Tahukah kau Wie.... Sekarang dia telah kunikahi yaitu Rinna (Xiao Lin Na..... Engkau biasa menyebutnya konsilimu.....)

Kami sekarang telah menikah, dan kami tidak pernah melupakanmu..... Wie.... Aku sering salah memanggil namanya dengan menyebut namamu. Aku berusaha untuk tidak menyebut dengan salah karena aku tahu bahwa engkau adalah masa laluku dan masa sekarang ku adalah Rinna. Bukan aku melupakanmu tetapi aku harus hidup dalam realita bahwa yang sekarang bersamaku adalah Rinna dan aku juga mencintainya.

5 tahun sudah berlalu dan 3 tahun sudah aku menikah kembali dan hidup masih terus berjalan..... Aku berterima kasih banyak atas pengalaman hidup kita lalu dan aku belajar kesalahan masa lalu untuk tidak kulakukan pada Rinna, semoga aku bisa memberikan yang terbaik pada Rinna.

Terima kasih untuk pengalaman hidup kita yang lalu dan Tuhan sudah memberikan pengalaman pengalaman hidup kita sebagai modal di kehidupanku sekarang ini. ANUGRAH TUHAN TERLALU BESAR DALAM HIDUP  ini sehingga tidak ada alasan aku untuk tidak bersyukur atas esemua pemeliharaan Tuhan baik dimasa bersamamu maupun saat ini bersama Rinna. 

Saat ini tatkala aku dalam kesendirian bayangmu dan kehidupan kita dahulu sering muncul seperti film di benakku dan ini masih memberikan rasa sedih dalam diriku. Aku tidak ingin melupakanmu namun aku juga tidak ingin masalalu membelengguku dalam kesedihan.

Rinna telah hadir dalam hidupku dan memberikan segalanya untukku dan aku sangat bersalah jika masih mengenangmu walau aku akui kenangan memang tidak bisa dilupakan namun setidaknya janganlah kesedihan itu muncul dan menggangu perasaanku sehingga suasana menjadi sendu

Aku sejujurnya menikmati hidup sekarang karena Rinna telah mengisi bagian dari dirimu dari sisinya dan aku tidak lagi sendirian, kedepan aku masih terus mengerjakan kehidupan pernikahan ini lebih baik bersama Rinna. Tuhan akan menolong aku . Dan kami berdua masih terus mengenangmu dalam hati kami masing - masing

Terima kasih Tuhan