Monday, May 25, 2026

Semakin Bijakkah

 Hari berganti hari, sedemikian cepat berlalu, tanpa terasa mungkin saat ini usia kita telah menginjak senja. Berarti telah banyak tahun hidup yang telah kita lalui, namun pertanyaannya adakah kita semakin hari semakin bijak dalam hidup ini. Mungkin kita malah akan tercengang ternyata hidup kita tidak lebih baik dari dulu bahkan mungkin tidak lebih baik dibanding dengan mereka yang belum mengenal Tuhan.

Marah masih menjadi bagian dalam hidup ini, entah berapa kali dalam sehari kita memuntahkan emosi kita dengan kemarahan yang berlebihan. Kadang pengertian dan harapan tidak selalu menjadi kenyataan. Kebenaran yang kupahami seharusnya mengajarku semakin bijak dan pengertian ini dan juga berharap bisa mencapainya namun kadang tidak seperti itu dalam kenyataannya.

Dalam banyak hal sifat kita juga harusnya sesuai dengan kebenaran firman sesuai dengan semakin tua harusnya semakin bijak tetapi relasi kita dengan orang lainpun sering tidak berubah. Masih ingin menang sendiri bahkan merasa paling benar sendiri dan lebih ingin mengatur orang lain. Apalagi jika kita masih memagang jabatan mungkin kita tidak pernah memikirkan akan kebutuhan orang lain.

Sebagai contoh dalam dunia pelayanan seringkali kita membuat peraturan kepada bawahan kita dengan standard ganda. Maksudnya kita memikirkan akan kemajuan oraganisasi ini memang benar tetapi tidak memikirkan kebaikkan akan pengerjanya.

Kita seringkali membungkus dengan kata kata “pelayanan” padahal sesungguhnya merekapun sesungguhnya bekerja namun kita tidak memikirkan kebutuhan hidupnya, mungkin tidak melulu materi, tetapi kehidupan pribadi mereka. Misalnya jam kerja mereka kita bungkus dengan kata pelayanan sehingga tidak lagi ada jam kerja, namun  apa yang bisa mereka dapatkan? Bahkan waktu cutipun terbatas bagi mereka ambil untuk keluarganya.

Kita berusaha seminimal mungkin untuk memberi upah ataupun jatah cuti seakan kita tidak rela jika mereka bisa menikmati libur mereka, sementara kita sendiri menganggap sudah bijaksana dimanakah letak bijaksananya.

Memang banyak orang yang tidak bertanggung jawab dalam menjalankan kehidupannya namun itu tanggung jawab mereka dihadapan Tuhan, namun kita janganlah membalas mereka dengan kejahatan kita sendiri yaitu bersikap menekan mereka, Tuhan memberkati kita biarlah kita juga memberkati mereka yang ada di sekitar kita bahkan bawahan kita.

Dalam keluargapun demikian, bagaimana sikap kita terhadap anak, mungkin menantu atau mungkin yang sudah punya cucu. Apa yang mereka katakan tentang kita? Hidup kita hanya meninggalkan nama dan kesan dalam dunia, apa yang ingin kita tinggalkan kepada generasi kemudian ? Kesan apa yang ingin kita tinggalkan bagi mereka tentang diri kita?

Saudara waktu terus berjalan, sekaranglah waktunya mari kita isi waktu kita dengan hal yang baik. Jadilah contoh bagi generasi kedepan, tinggalkan legacy kepada mereka sebagai penerus kehidupan ini. Tuhan hanya ingin kita menjadi berkat bagi orang lain dan membawa jiwa kepada Tuhan, Tuhan tidak meminta kita untuk menjadi kaya dan sombong yang hanya memikirkan diri dan keluarga sendiri tetapi jadilah terang dan garam dalam hidup kita.

Mari saudara dengan waktu yang tersisia kita kerjakan bagian kita untuk Tuhan dan memberi kebaikkan kepada semua orang agar nama Tuhan di muliakan, jangan menjadi sandungan bagi orang percaya karena tingkah laku kita

Tuhan memberkati


Sunday, May 24, 2026

5 tahun sudah

Waktu 5 tahun cepat sekali berlalu. 5 tahun yang lalu aku ada dalam kesedihan besar dan sangat sulit kulalui yaitu dengan adanya kejadian kepergian istri yang meninggalkan ku seorang diri dalam dunia, karena ia berpulang kerumah bapak di sorga.

Kepergiannya itu membuat dunia ini seakan runtuh,  dan dalam kurun waktu setahun aku hampir menjadi orang yang sangat tidak produktif, tubuh dan pikiran tidak bisa bersatu. Hidup banyak dalam angan-angan dan kenangan belaka.

Istri yang sangat kucinta meninggalkan ku seorang diri. Wie........... Nama yang akrab saat kupanggil namanya...... 5 tahun sudah kau pergi meninggalkanku namun  kenangan akan dirimu tidak pernah bisa lepas dari hidupku.

Aku teringat pesanmu saat kita berbicara mengenai kematian dan keterpisahan, engkau mengatakan aku harus menikah kembali karena engkau tahu aku tidak bisa sendirian menjalani hidup ini, engkau sangat serius mengatakan hal ini, bahkan ketika mendekat hari meninggalmu suatu kali engkau malah menyebutkan satu nama yang mungkin cocok untuk aku.......... Tahukah kau Wie.... Sekarang dia telah kunikahi yaitu Rinna (Xiao Lin Na..... Engkau biasa menyebutnya konsilimu.....)

Kami sekarang telah menikah, dan kami tidak pernah melupakanmu..... Wie.... Aku sering salah memanggil namanya dengan menyebut namamu. Aku berusaha untuk tidak menyebut dengan salah karena aku tahu bahwa engkau adalah masa laluku dan masa sekarang ku adalah Rinna. Bukan aku melupakanmu tetapi aku harus hidup dalam realita bahwa yang sekarang bersamaku adalah Rinna dan aku juga mencintainya.

5 tahun sudah berlalu dan 3 tahun sudah aku menikah kembali dan hidup masih terus berjalan..... Aku berterima kasih banyak atas pengalaman hidup kita lalu dan aku belajar kesalahan masa lalu untuk tidak kulakukan pada Rinna, semoga aku bisa memberikan yang terbaik pada Rinna.

Terima kasih untuk pengalaman hidup kita yang lalu dan Tuhan sudah memberikan pengalaman pengalaman hidup kita sebagai modal di kehidupanku sekarang ini. ANUGRAH TUHAN TERLALU BESAR DALAM HIDUP  ini sehingga tidak ada alasan aku untuk tidak bersyukur atas esemua pemeliharaan Tuhan baik dimasa bersamamu maupun saat ini bersama Rinna. 

Saat ini tatkala aku dalam kesendirian bayangmu dan kehidupan kita dahulu sering muncul seperti film di benakku dan ini masih memberikan rasa sedih dalam diriku. Aku tidak ingin melupakanmu namun aku juga tidak ingin masalalu membelengguku dalam kesedihan.

Rinna telah hadir dalam hidupku dan memberikan segalanya untukku dan aku sangat bersalah jika masih mengenangmu walau aku akui kenangan memang tidak bisa dilupakan namun setidaknya janganlah kesedihan itu muncul dan menggangu perasaanku sehingga suasana menjadi sendu

Aku sejujurnya menikmati hidup sekarang karena Rinna telah mengisi bagian dari dirimu dari sisinya dan aku tidak lagi sendirian, kedepan aku masih terus mengerjakan kehidupan pernikahan ini lebih baik bersama Rinna. Tuhan akan menolong aku . Dan kami berdua masih terus mengenangmu dalam hati kami masing - masing

Terima kasih Tuhan


Monday, September 8, 2025

Pengampunan dan Penerimaan

Mengampuni adalah suatu kata yang sudah sering kita dengar namun sangat sulit kita melakukannya. Secara pengertian dan keharusan setiap kita sebagai orang percaya tahu bahwa Alkitab mengajarkan kita untuk mengampuni berdasarkan contoh Kristus mati di kayu salib untuk mengampuni dosa kita.

pertanyaannya kenapa kita tidak bisa mengampuni orang lain? apalagi orang yang terdekat dengan kita. Kita sulit mengampuni pasangan kita yang bersalah atau melakukan dosa tertentu, apalagi dosa itu yang menyentuh pride kita atau merusak harga diri kita.

Contoh, bisakah kita menerima pasangan kita yang jatuh dalam perselingkuhan, peristiwa perselingkuhan itu sangat melukai hati dan juga menyentuh pride seseorang baik itu wanita ataupun pria.

Seorang yang kita hormati, misalnya rohaniwan, jatuh kedalam dosa-dosa tertentu dan itu merusak image kita dan mengganggu iman kita maka akan sangat marah dan sulit mengampuni rohaniwan tersebut.

Dengan pengertian kebenaran yang kita terima dan kita mengerti dan kita berusaha dan menjalaninya dengan memberi pengampunan namun biasa hanya sampai di pikiran dan dalam prilaku seringkali kita masih tidak benar benar mengampuni.

Banyak kali dalam peritiwa pengampunan terhadap seseorang yang telah berdosa lalu dalam pertobatan orang tersebut akan memulai kembali kehidupannya dalam kebenarannya namun realitanya mereka sangat sulit untuk bisa diterima di banyak kalangan.

sebagai contoh seorang rohaniwan jatuh dalam dosa dan bertobat, kita seringkali mengatakan di mulut kita yang harus mengampuni seseorang dan beri kesempatan untuk bertobat. Namun dalam realita seringkali dijumpai mereka sangat sulit untuk bisa diterima di gereja manapun, karena latar belakang mereka menjadi halangan mereka untuk diteriima, artinya kita memberi pengampunan namun kita tidak menerimanya, masih menyimpan masa lalunya sehingga sulit menerimanya.

Pertanyaan yang harus kita renungankan apakahh ini mengampuni, apakah benar sudah memaafkan, jika yah kenapa kita tidak menerimanya dan member kesempatan kepadanya.

Jawabannya adalah kitapun manusia berdosa yang masih terikat dengan dosa kita yang tidak bisa mengampuni secara total pada seseorang. Mari kita bersama belajar dengan kesungguhan dalam Kristus dan berdasar Alkitab, memaafkan, mengampuni dan juga menerima seseorang dalam hidupnya..

Tuhan memberkati.....

Thursday, August 21, 2025

Dialog dengan Tuhan

Aku bersyukur dalam hidup ini boleh mengenal Yesus Kristus sebagai Tuhan dan juru Selamatku pribadi. Dia adalah Allah dan juga sahabatku yang tidak pernah meninggalkan diriku dan tempat dimana aku boleh bercengkrama denganNYA tanpa ada keraguan dan ketakutan.

Hidup penuh dengan pergulatan dan juga perjalanan iman yang naik turun, tanpa Kristus mendampingi sepertinya tak terbayangkan bagaimana akhir hidupku ini.  Dalam lembah yang terdalam aku diangkatnya menjadi anaknya, dibersihkannya lumpur-lumpur yang melekat dalam tubuhku

Dalam menjalani hidup ini tak pernah sekalipun engkau membiarkan aku jalan sendirian, namun harus ku akui kadang aku yang melupakan engkau yang setia di sisiku. Tatkala aku sedang menikmati keberhasilan hidup yang notabene adalah kesempatan yang KAU berikan aku lupa bersyukur, celakanya tatkala aku terpuruk aku mencari engkau dan menyalahkan Engkau tidak menyertaiku.

Tuhan ampunilah anakmu ini yang tidak mensyukuri semua berkat yang Tuhan sediakan. Banyak yah Tuhan berkat berkat yang tak terhitung yang selalu kau berikan padaku. 

Aku mengenang tatkala kau berikan Weijen sebagai istriku bagaimana Tuhan membentuk kami berdua melewati perjalanan hidup dan pelayanan bersama, dimana saat kami terpuruk dalam ekonomi yang tidak terbayangkan namun nyatanya kami bisa lewati bersama.

Kau berikan Istri yang begitu baik dan mengasihi, mencintai merawat aku tatkala aku harus terpapar penyakit yang menghabiskan dana dan mengintai nyawa, Tuhan hadir melawat dan merawat melalui istriku hingga aku berhasil melewati sakit ginjalku, betapa aku bersyukur......

Namun tidak sampai disitu saja yah Tuhan, dalam perjuangan penyakit ginjal itu berbagai penyakitpun menghampiri dan disitu juga Tuhan turun tangan bahkan memberiku semangat untuk terus melayani. Terima kasih Tuhan.

Sampai satu saat wabah dunia menerpa dimana seluruh dunia terpapar covid yang mematikan, dan kami berdua terpapar, disini aku kehilangan orang yang kucintai istriku Lie Weijen dia berpulag kehadiratmu yang lebih mengasihinya, aku terpuruk yah Tuhan..... yah sangat terpuruk..... hampir setahun aku tidak efektif melayani hanya merenung dikamar, namun kau hadir disana menemani ku dan menuntunku kembali perlahan bangkit.

Tidak sampai disitu yah Tuhan, dalam keterpurukan itu kau memberi sosok baru dalam hidupku yaitu istriku yang sekarang Rinna yang mengasihiku dan juga kukasihi yang mau menemaniku menjanai hidup ini kedepan..... terima kasih Tuhan atas kebaikkanmu dan pemeliharaanmu

Namun perjalanan hidup ini tidaklah mudah banyak cercaan dan penolakan ketika aku akan menikah kembali, seakan akan aku berdosa besar dan bersalah kepada almarhumah istriku Lie Weijen, sementara semasa hidupnya istriku ini sangat tahu aku tidak bisa sendiri dan beramanah jika ia berpulang lebih dahulu mengatakan sebaiknya aku menikah kembali jika Tuhan beri.

Banyak teman pro dan kontra dan tidak sedikit teman baik kami berdua satu persatu menghilang dan tidak lagi berteman seperti dahulu lagi, namun sekali lagi Tuhan dalam hal ini hanya kepadamu saja aku berseru dan bercengkrama, hanya Engkau yang paling tahu diriku.

Tuhan .... dalam masa saat ini meski aku masuk usia pensiun tidak ada sedikitpun kegentaran memasukinya walau aku sadari tidak lagi ada pemasukkan besar seperti lalu, sedikit sudah tangan-tangan orang yang memberi berkat karena memang aku sudah tidak lagi menjabat namun aku tidak mengapa, karena ada Tuhan memakai caranya memeliharaku.

Kesulitan dana.... sudah tentu namun dalam kontak berobat dan membeli obat, namun sekali lagi Tuhan jaga melalui BPJS obat-obat paten selama ini dukungan teman teman berganti dengan obat generik yang didapat gratis dari pemerintah yang memeliharaku. 

Check ke Singapore tempat aku di operasi transplan ginjal dari 4 bulan sekali kini hanya setahun sekali namun Tuhan jaga dengan memberi kesehatan melalui kontrol di RSCM ini semua berkat pemeliharaan Tuhan. Tuhan Engkau benar nyata dalam hidupku dan selalu hadir. Tuhan beri aku kekuatan untuk tidak mengecewakan dirimu dengan terus hidup benar dan menguduskan diri dihadapan Tuhan

Masa semakin tua Tuhan masih memberi aku kesempatan study hingga meraih gelar doktor sangat tidak terbayangkan. Dengan biaya yang cukup besar namun entah dari mana aku bisa membayarnya jika bukan Tuhan yang memberi siapa lagi

aaah..... Tuhan terima kasih

aku tidak mengejar Kekayaan, kehebatan, tidak mengejar kedudukan, jabatan hanya satu yang  kuingini yah Tuhan yaitu hidup benar dan tidak menyakiti hatiMU 

Ajarlah aku hidup benar sesuai dengan firmanmu menjalani hidup hari demi hari dengan melakukan apa yang Tuhan ingin aku lakukan, selebihnya biar Tuhan yang atur hiduku.

Terima kasih Tuhan

Wednesday, August 20, 2025

KEJATUHAN ORANG PERCAYA

Sebagai Orang yang telah diselamatkan oleh kristus Yesus dan menerimaNya sebagai Tuhan dan juru selamatnya pribadi maka dipastikan orang tersebut percaya bahwa hidup yang ia jalani sekarang adalah anugrah yang Tuhan berikan kepadanya.

Orang percaya ini berusaha menjalani kehidupannya dengan sungguh sungguh mengikuti kebenaran firman Tuhan namun dengan berjalannya waktu heran sekali iman dan kepercayaan orang tersebut tidaklah sekuat seperti tatkala ia baru percaya dan menerima Kristus Yesus.

Segala pengetahuan Alkitab yang ia tahu dan juga segala kebenaran yang ia yakini hanya berhenti sampai dalam benak mereka saja, hanya tinggal slogan tidak terwujud dalam tingkah laku mereka.

Mereka ini bukanlah tidak mencintai Tuhan atau tidak percaya lagi kepada Tuhan, jika berbicara dengan mereka dan melihat semangat mereka tatkala berbicara mengenai kebenaran seringkali masih menggebu dan menunjukkan betapa mereka bersyukur atas keselamatan yang mereka terima dari Tuhan Yesus Kristus, bahkan dari mereka masih bersemangat mengambil pelayananan serius dalam menjalani pelayanannya.

Namun dalam realita kehidupan mereka sepertinya mereka masih ada hati yang percaya dan mau setia pada Tuhan namun dalam menjalani kehidupan ini mereka bisa memisahkan antara pengertian mereka akan Tuhan maksudnya dalam keseharian mereka masih berkecimpung dalam dosa keseharian, yang menjadi kelemahan mereka.

Ironisnya mereka-mereka itu banyak juga yang memegang jabatan penting dalam hal kerohanian, maksudnya mereka itu banyak yang adalah pengerja gereja sebagai aktivis gereja, Majelis gereja bahkan juga hamba-hamba Tuhan

Menyedihkan memang, firman hanya berhenti sampai di pengetahuan mereka dan tidak menjadi gaya hidup mereka dalam menyikapi kehidupan keseharian. Kebanyakan kejatuhan yang mereka hadapi adalah dosa kemunafikan, seksual, keuangan dan juga kedudukan.

Pernah sekali saya berbincang dengan seorang majelis gereja yang sedang bergumul dalam tuntutan hukum karena terjadi penipuan keuangan dalam usaha mereka dengan negara dan tentu saja hal ini menjadi bahan pembicaraan banyak orang di lingkungan gereja.

Ada pula dalam dalam konteks konseling ditemui beberapa rohaniwan wanita muda yang di lecehkan secara seksual oleh oknum majelis gereja dimana rohaniwan ini praktek di gereja majelis tersebut dan di tempatkan tinggal di rumah majelis tersebut.

Banyak pula para rohaniwan muda yang baru lulus mengejar kesempatan untuk bisa dapat kedudukan yang lebih baik atau mendapatkan penghasilan lebih dengan cara tidak bertanggung jawab menjalankan bagiannya sebagai full timer di gereja tempatnya melayani tetapi lebih banyak menerima tawaran kotbah diluar yang notabene mencari kesempatan untuk ketenaran, kesempatan  atau keuangan yang lebih dari apa yang didapat.

Tidak hanya begitu, betapa banyak para pendeta senior yang tidak ingin mendapat saingan atau menjaga erat posisinya dengan tidak pernah memberi kesempatan pada rohaniwan yuniornya untuk naik, atau di pendetakan, malah tidak kurang banyaknya mereka malah di lengserkan karena tidak taat pada “kehendak” pendeta seniornya. Atau perebutan kedudukan jika ada pemilihan sinode atau apapun dalam kanca mendapatkan kedudukan menjadi orang nomor satu.

Ini semua menjadi satu fenomena umum yang terjadi, bagaimanakah jemaat tidak akan jatuh dan bertumbuh jika sebagai orang percaya kita tidak bisa menyatukan pengetahuan kebenaran firman Tuhan dan mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Fenomena seperti ini seharusnya menjadi satu peringatan bagi kita sebagai orang percaya. Bahwa iblis bekerja luar biasa dan tahu kelemahan kita. Ada yang lemah dalam dosa seksual maka ia akan merongrong agar orang percaya jatuh dengan selalu memberi kesempatan satu situasi yang membuat seseorang jatuh. Demikian juga dengan dosa lainnya.

Dosa demikian mengerikan, jangan anggap diri kita kuat karena seringkali kita merasa kita mengerti kebenaran dan merasa berbuat segala sesuatu untuk Tuhan namun dibalik itu semua motivasi kita salah. Kita bisa membohongi orang di sekitar kita namun ingatlah Tuhan tidak buta.  

Saudara terkasih mari kita bersama waspada bahwa kita ini lemah, tidak ada seorangpun yang kuat tanpa pertolongan Allah dalam hidup kita, jangan pernah andalkan pikiran dan perasaan kita tetapi serahkan pikiran dan perasaan kita kedalam tangan Tuhan.


Wednesday, January 15, 2025

Menyongsong 2025

 

Julimin Nagaputra

 

Tahun 2025  sudah di lewati lebih dari 10 hari, dan setiap hari selalu saja ada berita yang mengejutkan bagi setiap dari kita. Pertanyaan demi pertanyaan selalu muncul dalam benak kita dari apa yang kita hadapi ini.

Bencana alam terjadi dimana-mana, banjir di banyak tempat di Indonesia, kebakaran luar biasa terjadi di Amerika, Los Angelesa, California dengan dahsyat menghanguskan segala yang ada dan memiskinkan mereka yang ada disana. Dunia sedang mengalami goncangan…..

Waktu memasuki tahun 2025 ini apa yang ada dalam benak kita, pengharapan apa yang kita harapkan dan apa yang telah kita syukuri pada hidup yang sudah berlalu ini. Resolusi apa yang kita canangkan dalam hidup kita kedepan.

Satu hal dalam hidup ini yang selalu harus kita perhatikan adalah persiapan kita dalam menghidupi kelanjutan dalam hidup didunia ini, bagaimana relasi kita dengan Tuhan apakah semakin hari semakin erat dan terus bertumbuh didalamNYA. Salah satu hal yang menunjuk kedekatan kita pada Tuhan adalah bagaimana kita berelasi dalam keluarga kita dan dengan lingkungan kita.

Kadang kita kecewa melihat hidup kita, keluarga kita tidak semakin baik, relasi kita juga mungin tidak bertumbuh dengan pasangan, anak-anak kita juga semakin tidak perduli akan hidup kerohaniannya bahkan juga terhadap relasi keluarga.

Mari saudara kita tidak boleh pernah menyerah, kita harus terus berjuang dan perjuangan itu harus dimulai dari diri kita sendiri. Jangan pernah menyalahkan orang lain atau keadaan karena memang keadaan dunia ini sedang tidak baik-baik saja. Namun kita harus tetap bertahan dalam iman disituasi yang tidak baik-baik saja ini.

Satu hal yang tidak pernah berubah dalam dunia ini yaitu Kasih Tuhan kepada ciptaanNYA. Tuhan mengasihi kita dan tidak ingin melihat kita binasa, namun kita juga harus mengusahakan diri hidup dalam Tuhan dan terus bertumbuh dalam Tuhan.

Mari saudara terkasih kita bergandeng tangan Bersama semua orang percaya hidup dalam perjuangan yang sama melawan dunia yang sedang tidak baik ini dengan pertolongan Tuhan

Tuhan memberkati

Saturday, August 17, 2024

Sulitnya Mengasihi

 Mudah sekali bagi seseorang mengadakan Mengasihi...

Apakah memang dalam mengasihi seorang semudah kata-kata? Tentu tidak saudara. Mengasihi itu adalah suatu perjuangan panjang dan kerendahan hati yang laur biasa yang harus di kerjakan.

Mengasihi itu sangat erat hubungannya dengan persaaan kita, persaaan nyaman kita, persaaan penerimaan terhadap diri kita Dan juga pemenuhan akan kebutuhan kita dari seseorang.

Tatkala kita tersakiti oleh mereka yang kita kasihi apakah kita tetapi mengasihi ya? Tatkala kebutuhan kita tidak terpenuhi apakah kita Masih mengasihinya. Jika ya... Apakah kasih itu bergantung pada diri kita? Atau diri orang yang kita kasihi atau kah ada hal lainnya....?

Secara umum manusia mengasihi dengan syarat tertentu, saya mengasihi seseorang yang memberikan daya tarik luar biasa kepada diri saya, itu mengasihi yang berdasar kepada ketertarikan fisik. Mengasihi seseorang karena kebaikkan yang selalu kita terima, perhatian dan bantuan yang selalu kita terima dari orang tersebut, kasih yang karena kebutuhan kita terpenuhi....?

Kalau begitu alangkah dangkalnya kasih kita yang hanya berorientasi kepada diri kita sendiri. Bukankah dengan demikian kita itu egois, yaitu hanya mengasihi sebagai balasan dari sesuatu yang kita terima dari orang lain.

Sebagai orang percaya, Orang Kristen, kita melihat contoh jelas dari Yesus Kristus yang mengasihi justru mereka yang menyalibkanNYa. Kasih yang tanpa syarat kepada manusia yang memang ingin Dia selamatkan

Kasih Kristus yang tidak berkesudahan kepada umat manusia yang selalu menyakiti diriNya Dan selalu berdosa ini. Jika kita harus berkaca kepada Kristus maka seyogianya kasih kita itu bukalah kasih yang bersyarat, tetapi kasih Kristus dalam diri kita terpancar keluar dalam relasi kita dengan orang lain.....

Kita mengasihi orang lain yang mungkin tidak ada relasinya dengan kita, misalnya kita melihat orang yang hidupnya kekurangan yang ada disekitar kita Dan tergerak untuk menolong mereka. Kasih kita kepada mereka yang belum kenal Tuhan Yesus Dan memperkenalkannya kepada Kristus.

Dalam berkeluarga bisakah kita mengasihi pasangan kita dalam segala kekurangannya. Mungkin Dia tidak dapat memenuhi kebutuhan kita atau harapan kita, masihkah kita tetapi mengasihinya dengan semangat kasih yang sama.

Waktu anak-anak kita bertumbuh semakin dewasa namun tidak sesuai dengan harapan kita, masihkah kita mengasihi mereka Dan membimbing mereka terus atau justru kita acuhkan mereka ......

Mari saudara kita kembali memeriksa kasih yang ada dalam diri kita masing-masing Dan terus menjaga kasih Kristus dalam diri kita semakin nyata Dan mengalir dalam hidup kita dengan ditandai kasih kita yang tidak berkesudahan dan tanpa pamrih kepada sekitar kita. TUHAN memberkati 

Monday, August 12, 2024

Mengalahkan Diri

Ada perkataan atau kata bijak yang sering didengungkan bahwa musuh terbesar dari manusia adalah diri mereka sendiri. Tidak mudah memang mengatasi diri sendiri, mengatasi gelombang emosi diri dan mengontrol kehendak diri serta pengaruh yang ada diluar diri yang begitu besar dan menekan sehingga tidak mampu membandung dorongan-dorongan ini, kita jatuh dalam dosa.

Sebagai manusia berdosa memang dibelakang ini ada masalah yang paling mendasar yaitu dosa manusia yang sudah mendasar dan dosa bawaan yang mengontrol diri kita kendati memang dosa kita sudah ditebus dan dikuduskan oleh darah Kristus namun sifat keberdosaan itu terus mengikuti dan mempengaruhi kita dalam kehidupan sehari-hari.

Hal inilah yang harus kita sadari bahwa sifat keberdosaan ini selalu ada dalam diri dan  selalu membawa  kecenderungan bagi manusia untuk  berbuat sesuatu yang berdosa, dan inilah yang sulit bagi kita untuk mengalahkan diri kita sendiri.

Sebagai contoh dari Alkitab, Rasul Paulus mengatakan banyak hal baik yang dia ketahui namun tidak selalu hal baik yang ia lakukan dalam kehidupan. Begitu juga dengan kehidupan kita, sekelas Rasul Paulus pun mengakui banyak kesulitan sebagai manusia yang harus dihadapi.

Dalam hidup kita banyak sekali harapan dalam diri yang ingin dicapai, kedudukan, harta kekayaan, pandangan orang terhadap diri, penerimaan diri dan banyak hal lainnya, sehingga dalam hal ini seringkali kita tanpa sadar demi mencapai keinginan ini menyerempet hal-hal berdosa, misalnya menonjolkan diri, meremehkan orang lain, menyenangkan orang lain atau atasan, melobby orang tertentu untuk mencapai harapannya dan banyak hal negative lainnya yang bisa  dilakukan tanpa kita sadari muncul dalam diri.

Sebagai orang percaya, baik rohaniwan, akitvis tidak luput dari permasalahan ini oleh karena itu perlu kewaspadaan tinggi dalam bertingkah laku dalam menghidupi kehidupan dalam dunia secular maupun dalam lingkungan pelayanan.

Kesadaran tinggi akan keberadaan diri ini adalah kedewasaan dalam hal psikologis maupun teologis seseorang, dan ini tidak lepas dari keinginan belajar terus untuk bertumbuh menyerupai Kristus. Kehidupan rohani pribadi sangat penting, untuk membawa kita makin mengenal diri. Bersandar pada Tuhan dan mendengar suara Tuhan menjadi syarat mutlak. Kesimpulan yang boleh kita ambil adalah terus bergaul erat dengan Tuhan untuk semakin mengenal Allah dan dengan mengenal Allah semakin tau kehendak Allah pada manusia juga membawa kita mengenal diri kita sebagai manusia berdosa.

Tuhan memberkati.

Monday, July 29, 2024

Type dalam Bekerja

Ada banyak macam type manusia dalam menjalankan kehidupan ini terutama dalam berprilaku dalam lingkungan pekerjaannya. Type yang ada ini adakalanya dalam relasinya tidak selalu selaras adanya bahkan kadang bisa terjadi konflik.

Secara umum sebagai manusia yang mewarisi sifat keberdosaan selalu memiliki kecendrungan mencari keuntungan bagi dirinya sendiri atau mencari kesempatan untuk hal yang menguntungkan dirinya. Ini adalah hal yang umum dalam suatu lingkungan pekerjaan.

Banyak orang tidak menyadari type prilakunya dan acapkali bisajuga menimbulkan ketidak sukaan bagi orang lain apalagi yang bersentuhan atau berhubungan dengan nya.


Type -type itu Bisa dikategorikan:

1. Type Mercusar, yaitu type prilaku yang sangat ingin menonjolkan dirinya Baik dalam ucapan maupun dalam berprilaku dalam keseharian. Ingin selalu menonjolkan dirinya dan ingin dihargai dan di terima menjadi seseorang yang dianggap hebat. Mungkin orang type ini tidaklah sehebat dengan apa yang dikatakanya, tidak terwujud dengan apa yang di lakukan atau yang telah dikerjakannya namun orang type seperti ini bisa menutupinya dengan berbicara yang hebat dan meyakinkan orang lain.

2. Type Siput, yaitu Satu type yang tidak pernah berani menonjolkan diri, selalu bersembunyi dalam tempat yang nyaman. Orang type ini bisa jadi mempunyai banyak ide dan pemikiran yang baik namun selalu malu untuk mengemukakannya dan merasa malu, merasa pemikirannya kurang bagus sehingga malu untuk di kemukakannya.  Orang type ini seringkali merasa pemikirannya itu diambil Oleh orang lain dan marah dalam hati namun tidak bisa apa-apa karena tidak ada keberanian.

3. Type Bulldozer, yaitu Satu type yang energik dan apa yang dipikir lalu selalu dikerjakan bahkan tanpa berpikir panjang langsung dikerjakan. Orang type ini seringkali juga tidak terlalu perduli dengan aturan dan menabrak Sana sini yang penting apa yang di pikirkan dapat di wujudkan. Tidak memikirkan secara matang dan mempertimbangkan terlalu jauh baik atau buruk. Type seperti ini memang kadang dibutuhkan untuk merealisasikan suatu rencana yang tertunda tundra di tangan mereka pasti dengan segra akan terwujud.

4. Type Kancil, Sesuai dengan type binatang ini yang lincah dan sedikit nakal alias licik. Type ini bisa memberikan hal buruk jika terpicu Oleh sesuatu yang buruk dan bisa mempengaruhi orang lain. Orang type ini seringkali menggunakan orang lain untuk mencapai misinya. Mereka memperhatikan suatu situasi lalu merencakan sesuatu tetapi menggunakan orang lain dan mengekseskusinya agar maksud dan citanya tercapai. Orang type tersebut selalu menampilkan dirinya pandai dan Baik namun tidak pernah menggunakan tangannya melakukan sesuatu yang akan memberikan citra buruk dan selalu memakai Cara menggunakan tangan orang lain dalam melakukannya. Orang seperti demikian akan menjadi musuh dalam selimut Karena kita tidak pernah tau maksud hatinya dan bisa Saja suatu saat akan menggunakan diri kita juga.

Demikian beberapa type yang bisa kita perhatikan namun tentu saja masih saja ada type lainnya yang tidak disebutkan disini. Dan type ini bisa ada dalam lingkungan kerja kita bahkan dalam lingkungan pelayanan orang Kristen Baik di para church ataupun dalam Gereja sekalipun.

Mari kita juga memperhatikan diri kita apakah kita ada dalam salah satu type seperti ini dan bagaimana kita dapat mengatasinya agar tidak bertindak negatif dan merugikan rekan kerja atau institusi dimana kita berada dan juga bagi diri kita sendiri

Tuhan memberkati


Kelemahan dan kecendrungan

 

Sebagai manusia berdosa maka kecendrungan manusia secara umum adalah melakukan dosa, dengan demikian kecendrungan itu menandai suatu kebiasaan dari keadaan manusia sehingga berbuat seperti itu.

Kesadaran ini sangat baik sehingga membawa kita dan mengajarkan kita untuk berlaku hati-hati dalam hidup ini dalam bertingkah laku. Bagaimana kita mengatasi kecendrungan hidup yang tidak baik ini agar tidak selalu hidup di dalam dosa.

Beberapa kelemahan  dan kecendrungan manusia didalam hidup ini meliputi banyak hal yang tanpa sadar kita lakukan dalam keseharian, hal-hal itu antara lain adalah:

Kebanggaan diri. Yaitu perasaan selalu ingin diterima dan diakui keberadaannya. Sebagai seorang rohaniwan aku pun melihat ini merupakan suatu sisi gelap manusia secara umum. Sebagai seorang rohaniwan seringkali merasa terluka jika tidak dihargai, jika tidak pernah diundang kotbah, tidak pernah diminta pendapatnya, tidak menerima pujian atau diakui hal yang dilakukan dalam pelayanannya.

Iri  hati. Kecenderungan selalu merasa iri hati kepada mereka yang berhasil dalam hidup, dan selalu merasa diri sendiri lebih baik dan bisa lebih baik jika ada kesempatan yang diberikan kepadanya. Merasa iri terhadap mereka yang lebih dikenal, lebih berada dalam hal keuangan, bahkan merasa iri hati terhadap  mereka yang memiliki barang barang yang lebih dari dirinya.

Materi. Berhubungan dengan kebutuhan hidup dan kemapanan hidup, kendati sebagai seorang hamba Tuhan tetap adalah manusia biasa saja yang juga membutuhkan uang dalam hidup ini sehingga tidak heran semua manusia berusaha mencari yang lebih dan lebih lagi agar lumbung-lumbungnya semakin bertambah sehingga mencukupkan kebutuhan hidupnya. Dalam hal demikian maka bisa ada kecendrungan mengejar materi dan ini bisa memberi diri masuk kedalam banyak hal kearah materialistik. Apalagi jika seorang rohaniwan yang materialistik tentu saja tidak baik di mata para jemaatnya, celakanya seringkali tidak merasa diri materialistik karena memang itu kebutuhan wajar manusia.

Kebenaran diri. Merasa diri paling benar dan merasa orang lain selalu salah dan diri benar. Ada kecendrungan merasa orang lain tidak mau mendengar dan menerima pendapatnya, padahal menurutnya pendapatnya sangat baik. Ada kecendrungan selalu mencari dan melihat kesalahan orang lain dibanding dengan mengkoreksi diri. Ada kecenderungan sulit untuk diberitahu dan merasa direndahkan atau ditolak jika pendapatnya tidak diterima.

Waktu. Setiap orang seyogianya mempunyai waktu yang sama sehari 24 jam dan sehari namun banyak orang merasa diri sibuk sehingga kekurangan waktu dan ada kecendrungan merasa orang lain tidak seberat dia dalam menggunakan waktu untuk bekerja, seakan dia yang paling sibuk dibanding dengan yang lainnya. Permasalahannya seringkali kita Ada kecendrungan marah jika dipermasalahkan mengenai waktu karena merasa sudah memberikan waktunya dengan maksimal.

Masih banyak hal lainnya yang muncul dari kebiasaan kita sebagai orang berdosa dalam bertingkah laku dalam hidup ini. Sadar bahwa sebagai orang berdosa sifat keberdosaan ini seringkali melekat dalam diri manusia walau  sudah diselamatkan dan dibebaskan dari dosa namun kecendrungan berdosa selalu muncul dan mendorong kita melakukan dosa.

Dengan menyadari hal ini justru seharunya membawa kita mawas diri dan sadar  serta berhati-hati dalam menyikapinya jangan Sampai terjebak didalamnya dan akhirnya kembali berdosa, namun kita harus menyikapi dengan sebaliknya bahwa menyadari ada kecenderungan negative yang membawa kedalam keberdosaan dengan berlaku dengan hati hati

Wednesday, January 18, 2023

Tahun Baru Pergumulan baru

 

Perjalanan hidup terus berlanjut, detik demi detik, menit ke menit lalu beranjak hari ke hari, minggu bulan dan tanpa terasa setahun sudah Kembali dilewati, apa yang terjadi dengan hidup kita?

Sepertinya tidak terlalu banyak yang berubah dalam beberapa hal, namun bagi beberapa orang mungkin terjadi perubahan drastis dalam hidup ini. Banyak hal yang telah terjadi dalam tahun yang telah kita lewati baik suka maupun duka silih berganti dalam hidup ini.

Usia yang terus menggerogoti kondisi tubuh kita perlahan tetapi pasti mulai terasa dalam kesibukkan sehari-hari. Kita menyadari bahwa kita tidak lagi sekuat dahulu, kita menyadari banyak hal telah berubah dan telah diambil alih oleh generasi muda. Kendati kita terus berpacu dengan kemajuan zaman dan mengiktuinya agar tidak terlibas oleh zaman, namun akhirnya tidak terkejar jua yang ada adalah semakin tertinggal, semua ini adalah proses kehidupan yang dialami oleh semua manusia.

Alkitab pernah menuliskan bahwa segala sesuatu itu adalah sia-sia adanya dan segala sesuatu pernah ada dalam dunia dan perlahan akan lenyap digantikan dengan yang baru, apa yang kita lakukan tidak ada yang baru semua silih berganti. Pertanyaannya apakah kita menghidupinya dengan sia-sia ataukah kita menjalaninya dengan kesadaran penuh bahwa kita sedang menuju ke garis akhir kehidupan dan perlu meninggalkan legasi pada generasi penerus.

Kebergunaan kita adalah tatkal akita menjalaninya sesuai dengan rencana Allah dalam hidup kita namun tidaklah mudah untuk menyadari dan mencari tau apa yang Tuhan ingin kita kerjakan dalam setiap fase kehidupan kita.

Tahun baru, kita harus kembali merevisi hidup dan mempunyai resolusi baru dalam hidup, perlu siap untuk terus mengadakan perubahan hidup. Tahun 2023 ini ada yang mengatakan tahun yang berat namun mungkin menjadi tahun berkah bagi orang lain. Tuhan punya caranya sendiri dalam hidup kita masing-masing yang kadang kita tidak pernah bisa mengerti. Jika kita jujur dalam hidup kita dan melihat tahun tahun yang telah kita lalui harus kita akui banyak hal terjadi yang kita tidak mengerti tetapi ada tangan Tuhan disitu. Jadi untuk menghadapi tahun kedepan tetap harus optimis menjalani hidup ini dan berusaha terus berjalan dalam Tuhan dan berelasi erat dengan Tuhan. Jangan selalu melakukan sesuai dengan harapan orang tetapi berubahlah sesuai dengan kehendak Tuhan dalam hidup ini.

Mari kita menyongsong tahun 2023 ini dengan segala perubahan yang mungkin terjadi dengan terus bersandar kepada Tuhan dan berharap hanya kepadaNYA.

 

Sunday, October 16, 2022

Pengajaran Tuhan dalam pengambilan keputusan

 

Hari ini aku mendapatkan insight baik dalam isi kotbah yang di sampaikan bertepatan dengan apa yang sedang aku gumulkan. Beberapa hari yang lalu aku berkesempatan menginap di rumah seorang Om-ku dan bersamaan dengan itu, datang pula om-ku yang lainnya yang juga berkunjung dan disana kami mengobrol bersama. Sebenarnya itu adalah pertemuan keluarga biasa namun kali ini membawa pemikiran yang berbeda bagi diriku dan juga bertepatan dengan kotbah tadi.

Om-ku keduanya adalah pengusaha besar di Jakarta namun mereka sudah memasuki masa tua mereka alias pensiun. Anak-anak merekapun sudah memiliki bisnis mereka sendiri- sendiri, dan om-ku ini hanya menjadi pemegang saham saja di perusahaannya dahulu dan salah satu om-ku saat pension mendalami teologia di Trinity Singapore dan beliau adalah sahabat dari pendeta tua dari SAAT yang tinggal di Australia

Om-ku yang lain adalah juga pengusaha sukses juga lebih menikmati hidup Bersama istrinya dan mereka menikmati hari-hari tuanya. Keduanya adalah mantan pengurus di gereja besar di Indonesia.

Hal yang sering kami diskusikan adalah percis mengenai apa yang di kotbahkan bahwa mereka menyadari bahwa mereka harus berani memberikan kecukupan bagi hamba Tuhannya yang melayani dan mereka juga ada kekecewaan dengan beberapa hamba Tuhan yang orientasinya kedudukan dan uang belaka dibanding dengan keseriusan melayani.

Dalam diskusi aku sering menyatakan kepada mereka bahwa sebenarnya banyak majeis dan pengusaha yang membedakan antara penginjil dan pendeta,  dan memperlakukan pendetanya berlebihan, sehingga tidak heran banyak penginjil mengharapkan ingin jadi pendeta bukan karena pelayanan dan panggilan tetapi perlakuan special yang mereka Terima sebagai pendeta. Perbedaan yang terlihat adalah dalam gaji dan fasilitas namun sebenarnya banyak hal dalam pelayanan penginjil juga tidak kurang sibuknya. Sehingga tidak heran pula jika banyak pendeta yang tidak mau turun walau sudah masa pensiun dengan pelbagai alasan dan mereka mengakui hal itu memang terjadi.

Namun hal lain yang membuat aku kagum dengan mereka adalah mereka tidak merasa kekayaan mereka itu adalah hal yang bagaimana, bukan mereka pelit tetapi aku sekarang lebih terbuka melihat kesederhanaan mereka. Maksudku mereka punya uang dan kedudukan namun tidak merasa itu sebagai sesuatu yang harus di pertahankan, bahkan urusan bisnispun ditingalkan pada professional dan mereka menikmati pelayanan dan hidup Bersama dengan istri mereka.

Mereka bisa membeli mobil termahal namun Om-ku yang tinggal di Spore memilih naik MRT kemana-mana dan merasa tidak perlu memiliki mobil, walau mereka tinggal di condo yang cukup mahal dan banyak orang berada spore yang tinggal di sana namun bagi mereka bukanlah sesuatu yang bagaimana, mereka hanya memikirkan kenyamanan dan keamanan.

Om ku yang  di Indonesia pun hanya naik mobil honda CRV, padahal untuk membeli lexuspun atau mobil mahal lainnya dia mampu namun diapun hidup dengan kesederhanaan dan tetap melayani walau tidak dalam posisi structural.

Hal yang paling aku pelajari adalah mereka dalam posisi yang sangat tinggi dan dihormati orang bisa melepaskan itu semua dan hidup apa adanya seperti orang biasa saja, namun banyak pelayanan yang mereka kerjakan dengan keberadaannya pada orang di sekelilingnya. Mereka tidak merasa kehilangan kekuasaan atau power syndrome, mereka tidak ambil pusing itu.

Aku sangat senang mendapat pengajaran ini karena akupun mulai memasuki masa pension dan aku berharap bisa tetap melayani walau tidak secara structural dan tidak perlu merasa kehilangan apa-apa.

Tuhan memberi kesempatan pernikahan kedua yang akan kulakukan desember ini  dan sangat di support oleh mereka secara moril dan saya terus terang ada keinginan masa tua ini akan bisa kulaui dengan melayani bersama, sehingga aku berharap calon istriku bisa mengambil pelayanan yang bisa berbareng dengan aku dengan resiko mungkin dia harus meninggalkan posisinya sekarang.

Kotbah kali ini memberi semangat kepadaku untuk tidak perlu memikirkan penghasilan untuk menjadi kaya raya, asal Tuhan cukupkan untuk hidup dan melayani itu sudah cukup bagiku. Aku dikuatkan bahwa Tuhan juga akan menjaga hambaNya melalui orang orang di sekitar pelayanannya untuk menjaga dan memberi kehidupan yang layak bagi hambaNYa.

Hal ini memberi kelegaan karena kami akhirnya mengambil keputusan bahwa calonku akan meninggalkan tugasnya sekarang sebagai kepala sekolah yang memakan waktu hidupnya pribadi bahkan membuat dia pun tidak mungkin melayani karena di hari minggupun diganggu tugas - tugas tambahan. 

Kami sepakat akan menyerahkan hidup kami dan menyerahkan pada Tuhan dimana kami boleh melayani Tuhan.

Terima kasih Tuhan memberi konfirmasi melalui firmanNya yang sederhana dalam ibadah tadi kiranya kami tidak salah memutuskan.

Terima kasih TUhan

 

 

Sunday, March 13, 2022

Kesendirian yang menyakitkan

 Sebagai manusia kita diciptakan dengan kasih Allah dan memiliki karakter dan hak sebagai gambar Allah. Kita manusia di ciptakan sebagai mahluk sosial dan juga dikatakan tidak baik manusia itu seorang diri saja. Manusia perlu ada manusia lainnya dalam bersosialisasi dan Tuhan berikan.

Dengan adanya manusia lain dan sosialisasi yang terjadi maka hidup semakin marak dan bergairah melingkupi semua pemikiran dan perasaan yang menjadi satu dan terlihat dari prilaku kita di keseharian dalam berelasi dengan sesama kita

Namun dalam hidup ini ada kalanya kita harus menghadapi apa itu namanya kesepian. Sepasang suami istri yang di tinggal anak-anaknya study atau bekerja di lain kota atau keluar negri maka pasangan ini mulai merasakan kesepian.

Ketika anak satu persatu meninggalkan rumah, mereka membangun rumah tangga mereka masing-masing kesepian mulai menghampiri banyak keluarga, dan mulai memasuki yang namanya menanti kehadiran anak dan cucu untuk mengisi kesepian dan kerinduan yang ada dalam hati ini.

Namun akan tiba saatnya kita menyadari bahwa semua yang kita miliki satu persatu dengan perlahan dan pasti hilang dari genggaman kita, maka saat itulah kita mulai menyadari betapa kita sendirian dan kesepian. Kita sering mengenang masa ketika rumah kita penuh tangisan anak anak, penuh gelak tawa bahkan mungkin juga kata kata keras dan kemarahan yang sering kali muncul dalam berelasi dan konflik, semua itu sudah tidak ada menyisakan kenangan, dan sakitnya hati ini ketika kenangan itu muncul seperti sebuah tayangan film dalam ingatan kita.

Sampai  terakhir orang yang ada di samping kitapun lenyap, maka kesepian dan kesadaran kesendirian ini makin menjadi-jadi. Secara spritual kita mengerti bahwa Tuhan ada selalu menyertai kita dan bersama kita, benar ini menolong tetapi ada saat saat kita sangat butuh manusia lain ada di tengah kita, dan saat itulah kenangan manis akan pasangan kita bermunculan dan akhirnya menyisakan air mata yang ada di pipi, dan sakit hati yang menusuk serta merobek robek hati ini.

Banyak orang yang sedang dalam tahap seperti ini dalam dunia, mereka harus melaluinya sendiri dan terus sendiri sambil menanti saat penyatuan itu kembali terjadi kala Tuhan sudah memanggil pulang. Ada juga ketakutan apakah nanti sang kekasih hati ini masih seperti waktu dia hidup dan hangat menyapa kita karena kita tahu bahwa di dunia sana memang berbeda dengan dunia fana kita ini, semakin di pikir semakin membawa kesedihan dan keribudan yang mendalam dalam hati

Aku yang sedang dalam tahap ini sama seperti saudara lain yang juga dalam kesendirian dan kesepian. Satu kekuatan Tuhan masih ingin kita melakukan sesuatu didunia ini maka hanya bisa melakukan apa yang Tuhan tugaskan dan inginkan. Tidak lagi perlu mencari apa yang dunia atau orang lain katakan. Hanya Tuhanlah benteng kekuatan kita dan penghiburan kita. 

Tuhan beserta kita... amin

Monday, October 11, 2021

Hidup ini tidak adil

 Hidup ini tidak adil, apakah benar?

Apakah memang ada keadilan didalam dunia ini, dunia yang sementara orang mengatakan bahwa hidup ini  penuh kekejaman dan cobaan hidup yang memberi banyak kesulitan pada seteiap umat manusia.

Setidaknya itulah yang kadang aku rasakan dan alami setelah di tinggal oleh istri tercinta. Hidup menjadi kosong dan tidak ada kesukaan dan keceriaan.  Yang ada adalah kesukaan yang dipaksakan ataupun kesenangan sementara tatkala ada sedikit kegembiraan yang meletup dalam pergaulan namun kembali sepi tatkala kembali sendiri.

Aku sering berpikir betapa banyak ketidak adilan yang kurasakan saat ini. Aku mengenang setiap hal dan setiap detail perjalanan kehidupan bersama dengan almarhum istri yang sangat kukasihi ini. Kami berjuang untuk dapat menikah dalam ketidak beradaan dalam materi dan juga tidak ada dukunga dari orang dekat akan pernikahan kami, hanya berbekal cinta, komitman dan kebersandaran kepada Tuhan kami menapaki hidup kami memasuki pernikahan.

Kami berdua harus berjuang dalam hidup mencari penghidupan yang lebih baik bekerja siang dan malam agar hidup ini bisa sedikit lebih nyaman dan bisa dinikmati. Dalam perjalanan yang sedikit demi sedikit mulai bisa dinikmati Tuhan memanggil kami untuk menyerahkan diri melayaninya dengan melepas semua pekerjaan kami dan mulai memasuki dunia pelayanan.

Dalam pelayanan sedikit demi sedikit Tuhan membukakan hal-hal yang harus kami lakukan sesuai dengan gaya dan karakyter serta kehidupan kami melalui segala macam naik turun bahkan kecurigaan orang-orang justru yang dekat dengan kami, meragukan akan integritas kami, sangat menyakitkan hati kami berdua dan kami bertanya kepada Tuhan betapa tidak adilnya hidup ditengah iman yang kupercayai ini.  Betapa banyak orang yang "Munafik" ataupun menerapkan prinsip kebenaran tanpa ada pengetahuan yang benar yang lebih menghakini. Kadang membuat aku khususnya yangdi bangun dari sosialitas non Kristen awalnya sangat berbeda. Dimana lingkunngan sosial non Kristen lebih bahu membahu dalam kesolidaritasannya dibanding dengan kekristenan yang penuh iri hati. Dimanakah kasih yang sering di gemborkan itu?

Dengan berjuang bersama saling menguatkan dan berdoa kami melihat itu bukan kekristenannya yang salah tetapi manusianya. Sejak dari itu kami tidak terlalu perduli dengan manusia ataupun pandangan manusia melihat diri kami sejauh kami menaati dan berjalan dalam kebenaran firman Tuhan.

Aku dan istriku berbeda dia sangat bisa membawa diri dengan thinkernya dan EQ nya dalam berelasi dengan orang lain, sedang aku seorang yang idealis sejak awalnya selalu transparan terlihat apa adanya akan ketidak sukaan maupun ketidak setujuan tentang segala sesuatu semakin orang memandang aku dengan "berbeda". Banyak orang tidak mengenal aku dan betapa banyak yang menghakimi aku. Dunia memang tidak adil, pernah aku mencoba untuk merubah sedikit gaya dengan mengikuti orang lain ternyata memang manjur, begitu banyak orang merasa oke dan senang. Namun sesungguhnya itu melelahkan karena tidak menjadi diri sendiri namun harus ku akui kemasan sangat penting. Sejujur dan sebaik apapun kita jika kemasannya buruk maka orang selalu menilai buruk. Sungguh hidup ini tidak adil bukan?

Sejak aku kehilangan istriku karena berpulang aku semakin sulit menapaki hidup ini di mata orang-orang yang mungkin memandang dengan cara yang berbeda. Aku merasakan betapa susahnya hidup dengan tidak adanya orang yang kita bisa berbagi perasaan dan mengenal diri kita secara mendalam. Aku merasa tidak adil Tuhan merenggut istriku dari sisiku karena aku masih membutuhkan dia.

Sejak dia tidak ada, secara jujur aku kesulitan keuangan karena dalam perhitungan pengeluaran tetap tidak cukup di cover dari pendapatanku saja kadang pas kadang harus makan tabungan, dengan catatan tidak ada pengeluaran transportasi selama pandemi. Beberapa teman dekat dan anak angkat menghibur dan mengajak aku berlibur untuk melepasakan kesedihanku, memang benar sangat terobati namun masalah tetap berjalan bukan.....

Tuhan pun memberi jalan melalui asuransi istri yang keluar dan uang pensiun namun itu tidak berani aku menggunakannya karena aku sudah komit dengan dia semasa hidupnya untuk membangun suatu tempat dalam lingkungan pelayananku. Namun aku tahu ada beberapa orang yang mulai berrtanya-tanya akan uang pensiun dan asuransi  dari Weijen tersebut. Mereka memang perhatian namun dibalik itu ada perasaan seperti sedang di selidiki apakah memakainya dengan seenaknya. Hati ku sedih dan berpikir sungguh tidak adil dunia ini banyak orang berpikir negatif dan menghakimi.

Kenapa semua ini terjadi? Pada suatu saat ada seorang sahabat yang justru mengerti kesulitan aku dan dialah yang berani mengutarakan dengan jujur tanpa ada tudingan, yaitu menanyakan bagaimana kehidupan keuangan setelah istri tidak ada. Lalu aku ceritakan apa adanya dan beliau mengatakan ada jalan keluar asal saya berani melangkah dengan segala resikonya, yaitu investasi.

Saya bukan orang yang tidak mengerti investasi dan aku tau semu ainvestasi ada resikonya bahkan tanpa investasi saja dalam hidup banyak resiko maka saya bertanya lebih detail mengenai investasi ini dan karena aku mendapatkan suatu dana yang mendadak artinya tidak pernah aku pikirkan akan dapat dana itu aku masukkan kedalam investasi itu atas jaminan sahabtku itu bahwa dalam setahun jika ada habis investasi aku dia akan gantikan 100% dana saya tetapi sebaliknya jika setelah bisa mendapatkan profit hingga modal kembali maka dia tidak lagi menjamin maka aku ikut investasi

Problem lain muncul, dalam kemunafikan hidup. Beberapa orang mengetahui aku mengikuti investasi ini dan mendapatan profit yang baik merekapun ikut masuk investasi ini lalu tiba tiba ada selentingan dan tuduhan bahwa saya tidak fokus lagi pelayanan dan menjalankan investasi. padahal yang berbicara tidak mengerti hal ini dan tidak tau apa kegiatan saya sehari-hari secara detail kok bisa menilai seperti itu. Hiudp ini sungguh tidak adil bukan? 

Setaip orang berivestasi mengetahui dengan jelas segala resiko dan menjadi tanggung jawab masing-masing. Apakah salah jika saya berinvestasi dimanakah letak dosanya? bukankah banyak mereka yang beseru inipun melakukan banyak investasi dengan cara mereka masing-masing. Apakah seorang hamba Tuhan tidak boleh berinvestasi? Seorang hamba TUhan juga manusia bukan? memerlukan biaya hidup dan menyiapkan masa tuanya? dari manakah dia membiayainya jika tidak menginvestasikan miliknya untuk sesuatu dimasa depan, salahkah? atau hamba Tuhan harus selalu berharap kepada Tuan-Tuan yang berpundi itu baru artinya bersandar Tuhan, Tuhan pelihara melalui mereka. BUkankah TUhan juga memberi kita akal pikiran dan mengusahakan untuk hidup kita?

Saat ini dari investasi aku bisa mendapatkan gaji istriku kembali walau dia sudah tiada dan hidup menjadi leih ringan. Namun karena sekarnag hidup sendiri maka kadang aku berpikir saat ini aku bisa saving cukup banyak dan bisa digunakan untuk berwisata atau menikmati hal-hal yang biasa kami lakukan selama dia hidup. Namun sekarang dia sudah tidak ada. Apa yang kumilikipun menjadi tidak ada artinya. Ada duit tetapi tidak bisa menikmatinya bersama istri tercinta apa gunanya. Hidup ini tidak adil tatkala dia masih hidup kami harus saving dan irit hidup sekarang tatkala aku pikir kenapa dulu terlalu pelit dan membatasi diri untuk menikmati hasil kerja kami berdua..... ah hidup ini memang tidak adil

Hidup memang tidak adil jika kita selalu melihat pada manusia. Bagiku keadilan adalah milik Tuhan tidak ada manusia yang bisa adil keadilan manusia itu berbeda denga keadilan manusia. bagi manusia biasa kamu dapat aku dapat itu adil namanya, aku dapat kamu tidak itu adalah anugrahku..... begitulah manusia

Hidup memang tidak adiiiiiil

Wednesday, September 29, 2021

Catatan hatiku: Aku berubah

Hai Istriku sayang
Tidak terasa kepergianmu sudah berlangsung cukup lama, namun kehadiranmu dalam diriku masih selalu sama dan terasa hangat dalam ingatan.
Wie, aku merindukan dirimu dengan amat sangat. Tidak lagi ada orang yang bisa mengerti seperti dirimu yang mengertiku dan menerimaku apa adanya.
Wie waktu terus berlalu dan kesedihan ini tidak juga berlalu dalam diriku, kadang bisa kuatasi namun seringkali aku masih berderai air mata.
Banyak orang memang memberi simpati namun mulai pudar dengan berjalannya waktu, hanya mereka yang dekat dengan kita yang terlibat secara emosi yang masih rutin menyambangi aku dan bercengkerama dengan aku melalui zoom, telpon bahkan beberapa dengan pertemuan fisik.
Wie tahukah kau, dengan tidak adanya engkau banyak perubahan yang aku lakukan dan yang pasti yang kamu senangi dan kau harapkan selama ini.
Contoh simple sejak kamu berpulang ke Sorga aku seringkali jika makan ke Mall atau ketempat kesukaan kita aku sering duduk di tempat biasa kita duduk dan selera makanku berubah menjadi selera makanmu. Kamu Tahu Wie, sekarang aku lebih gemar makan western food karena bisa sendirian, chinese food agak susah karena perlu mengajak orang. Jadi aku sering ke Cafe atau restoran western yang kita suka.
Setiap duduk dan order makanan, taukah kau sekarang aku jadi suka caesar salad, waktu makan ini aku selalu teringatmu dan sampai hari ini setiap suap aku teringat kamu dan tidak terasa airmata  mengalir.
Waktu  ke restoran Jepang aku selalu pesan Grill Kepala Salmom kesukaanmu begitu pula disana makan sambil meneteskan air mata. Sekarang seleraku berubah mengikuti seleramu. 
Wie beberapa konseleemu sekarang ke aku dan gaya konselingmu dan cara kamu dalam metode sekarang banyak yang aku ikuti, ingatkan kamu selalu mengajari aku dulu, kamu tau intuisiku dalam konseling baik tetapi caraku perlu dipoels dan kamu selalu mengajari aku, sekarang tanpa sadar sudah terpoles. Aku berubah Wie.
Saat aku mentok dalam pelayanan aku rindu dekapan dan hiburan darimu yang tidak ada lagi, aku saat ini hanya bisa berteriak kepada Tuhan dan menanti pertolongan Tuhan saja. Aku sangat bersyukur dengan persaudaraan kita dengan group Sumba dimana mereka selalu berusaha hadir dalam setiap hidupku dan melibatkanmu didalamnya. Dan kamu ingat rekan kita Hendro yang tidak pernah seharipun tidak menghiburku dan menelpon aku, ada juga Grace Benny sering bertanya keadaanku. 
Wie aku berubah dahulu aku paling benci sendirian dan aku heran kamu dulu suka sendiri, sekarang aku dipaksa harus sendiri, dan sekarang aku berubah aku bisa sendiri dan mengisi waktu sendiri. 
Wie banyak hal aku berubah dan lebih suka tenang. Banyak berbicara dengan Tuhan seperti yang pernah kita sharingkan dahulu, bahwa hanya Tuhan yang tahu akan kita, aku ingat kamu selalu menyandarkan diri kepada Tuhan dan ada caramu yang bisa menghadapi orang yang berbeda dengan mu. Aku sekarang juga sudah tidak terlalu perduli dengan hal-hal pengejaran sesuatu dalam hidup, bagiku hidup adalah menyelesaikannya dengan baik seperti dirimu dan sebisa mungkin tidak bergantung kepada orang lain, walau realitanya kita selalu dibantu oleh sahabat sahabat kita.
Aku berubah sekarang lebih tenang dan lebih memikirkan menjadi berkat bagi banyak orang di sekitar aku dan sudah tidak lagi ragu dan pelit untuk membantu orang. Aku sekarang berubah Wie banyak membantu orang yang membutuhkan. Kamu pasti senang karena prinsip kita income yang kita dapati harus ada outcome untuk mereka yang membutuhkan dan itu aku jalani sekarang.
Terima kasih yah Wie sudah jadi istriku walaupun sudah berpulang Ke Sorga terus memberi perubahan bagi diriku.
Aku mencintaimu selalu..... Peluk cium dari suamimu yang sangat merindukanmu

Wednesday, June 16, 2021

Percakapan imajiner

 

Obrolan Imajiner

Hai Wie sayang, sudah lama kita tidak berjumpa, tidak bercengkrama, bersenda gurau sudah hampir 3 bulan yah Wie, cepat sekali waktu berlalu.

Keterpisahan ini membuat aku selalu sedih jika mengingat akan dirimu Wie, bukannya aku tidak move on tetapi aku merasa kehilangan semangat dan suka cita seperti saat bersamamu, walau aku mengerti sekarang kamu sudah tidak lagi bisa bersamaku tetapi setiap kali mengenang masa indah bersamamu hatiku terernyuh.

Wie aku sedih bukan menyedihkan dirimu tetapi menyedihkan diriku sendiri, karena aku tau kamu sudah berbahagia di Sorga Bersama Tuhan kita Yesus Kristus. Aku menyadari sesungguhnya dengan kondisi penderitaanmu saat sakit memang lebih baik engkau pulang kerumah Bapa di Sorga. Aku senang kamu tidak lagi menderita sekaligus aku sedih karena aku harus menderita hidup sendirian.

Wie aku kesepian, walau banyak teman konsen kepadaku dan sering menghiburku namun karena pandemic dan tidak bisa sembarang keluar ketemu orang menambah aku semakin sulit karena kemanapun aku melangkah selalu ada kenangan bersamamu

Aku pergi ke MOI aku ingat kita selalu masuk ke Uni Qlo dan tempat lainnya, Ketika aku diajak makan aku selalu ingat tempat kita di Greendoor yang kita suka, waktu aku ke Sushi Hiro aku ingat kita selalu memesan kepala ikan salmon  ahh …. Wie tidak ada tempat yang tidak ingat kamu.

Aku merasa bagaimana jika berlibur tanpa dirimu, ah… sepinya hati ini. Wie aku menagis sambal mengetik surat ini aku merasa seperti sedang bicara denganmu langsung. Kemarin 12 juni kamu ulang tahun aku harus liwati sendiri dan aku ingat tahun lalu kita rayakan berdua di Greendoor tahun ini kami Bersama sama merayakan ulang thaun kamu lho dengan Eunike. Mereka mendirikan Chappel dengan nama LWJ Living with Jesus dari pelesetan namamu Lie Weijen. Wie hari itu aku bangga sekali denganmu, hidupmu sungguh dipakai Tuhan dan mempengaruhi banyak orang. Aku senang mempunyai istri sepertimu bangga, aku juga menyadari bahwa nama kita itu ternyata menjadi hal menarik JLM LWJ ( Julimin Lie Wei Jen) ternyata jika aku pelesetkan menjadi Jesus Love Me, Living With Jesus. Karena Jesus Cinta saya maka saya bisa hidup dengan Jesus. Kenapa setelah kamu pergi aku baru menyadarinya yah.

Wie sayang aku kesepian tidak lagi bisa melihat seringai senyummu, tidak lagi bisa mendengar tawamu dan celotehanmu, untung selama hidup aku selalu memanfaatkan waktu selalu bersamamu, mungkin itu juga yang membuatku sangat kehilangan.

Aku rela melepas kepulanganmu karena aku memang tau kamu adalah sepenuhnya milik Tuhan pencipta kita, dan kamu telah Kembali kepadaNYA dan bersyukur Tuhan sudah memberi kesempatan 30 tahun kurang 3 bulan hidup Bersama denganmu.

Aku kadang sedih tatkala aku harus melayani konseling bagi konselee kita berdua dan aku sedih mereka kehilangan kamu tempat mereka mencurahkan hati dan perasaannya untuk hal ini aku tidak bisa menggantikanmu, aku berusaha sebaik mungkin untuk melayani mereka dalam konseling tetapi mereka kehilangan figure dirimu, aku jadi sedih sekali.

Aku bersyukur Wie karena ada kelompok WA kami yang berduka dan aku melihat banyak mereka yang sedang berduka dan mengalami patah hati seperti aku dan kami masing-masing mencari jalan untuk keluar dari masalah kesedihan ini. Aku bersyukur ada caraku sendiri dengan sering bicara denganmu dan melakukan hal yang ktia suka.

Wie setiap lari pagi di komplek apartemen kita aku selalu merasa kamu lari disebelah aku bahkan kadang seperti biasa kamu ambil route lain dan aku ambil route sebaliknya kita sering berpapasan ketemu di belokkan tower G, nah setiap kali aku belok disana aku  serasa melihat kamu sedang lari tersenyum padaku.

Satu kali aku bermain sepeda ke PIK aku ingat tempat kita lari waktu itu, sekarang aku liwati lagi tetapi dengan bersepeda, aku membayangkan indahnya jika bisa bareng dengan kamu.

Yah itulah Wie hari hari aku liwati dengan mengenang hal yang indah kadang tetap sedih mungkin orang merasa aku tidak move on tetapi sesungguhnya tidak juga aku sadar kok dan sudah mulai aktif banyak hal, Cuma perasaan kan gak bisa di bohongi jadi aku nikmati saja perasaan sedih datang khusus ya tatkala dalam kesedihan.

Kelompok Sumba Kita dengan Keluarga Suta Jusni, Riki Epenk masih terus lari Bersama dan pergi Bersama bahkan saat ini kita juga memelihara anjing, awalnya aku pelihara Chi hua hua seperti yang kamu bilang kalau aku mau urus boleh pelihara sekarang aku pelihara, kemudian epenk juga pelihara anjing ha ha ha ha  jadi banyak obrolin anjing sekarang.

Wie banyak yang sedih atas kepergianmu, termasuk teman baik kita Hendro, dia yang paling menemaniku saat aku perlu tatkala sedih. Aku kadang merasa Tuhan beri dia untuk menolong aku dikala sepi. Bahkan keluargaku pun tidak ada waktu untuk sering sering menanyakan kabar kepadaku malah lebih banyak aku yang mengajak mereka untuk bertemu di Zoom.

Wie sayang aku aku bersyukur kepada Tuhan di hari pernikahan kita kemarin aku menyadari Tuhan baik tidak ijinkan aku melihat wajah tuamu karena saat engkau pulang kesorga wajahmu masih tetap muda dan berseri dan wajah inilah yang selalu aku kenang dalam kecantikannya tentu saja bagiku yah.

Wie Achuang anak angkat kita masih sedih sama seperti aku, dia masih kontak aku namun dia belum ke Jakarta dan tentu dia juga masih gamang kejakarta teringat biasa ingin ketemu kamu sekarang menyadari kamu sudah tidak ada pasti dia sedih.

Wie banyak hal aku ingin bicara dengan kamu seperti biasa kita ngobrol menjelang tidur atau waktu lagi santai. Aku sering ngobrol sendiri seakan kamu ada di sebelah aku. Wie aku kehilangan kamu dan mengasihimu demikian juga Achuang mengasihimu juga teman lain.

Wie ingatkah terakhir kita liburan ke Bali terakhir kamu naik pesawat kita di belikan bisnis class oleh Achuang untuk menyenangkan kita ternyata itu kesempatan pertama dan terakhir bagimu naik bisnis class     

    


Bisnis class pertama dan terakhir

Di RSK Cibinong terakhir kali

terakhir keluar negrike  USA\

Terakhir bersama anak angkat dan mantu
Terakhir liburan Di bali












 Kenangan foto yang dapat ku nikmati bersama sang istri tercinta

Dua wanita yang paling mengerti hidupku dan diriku
satu adalah mamaku
lainnya adalah istriku
Namun keduanya telah tiada meninggalkan aku seorang diri
Aku sadar aku harus tetap menjalani hidup ini dan tau dengan baik bahwa Tuhan bersertaku

 


 


 

 

































Kenangan bersamamu terlalu indah dan selalu akan kukenang

Hari-Hari bersamamu sungguh memberi suatu arti dan bersyukur simasa akhir kita bisa menikmati hari ddengan bahagia dan tanpa ada konflik yang berarti