Wednesday, February 19, 2014

Menyisipi waktu dengan pasangan

Hidup kian hari kian sibuk akan memberikan kejenuhan, Kejenuhan yang menumpuk pada akhirnya akan mempengaruhi relasi kita dengan pasangan, padahal hidup dengan pasangan adalah relasi yang harus terus di perjuangkan seumur hidup kita. Bersyukur kepada Tuhan pada selah- selah kesibukan Tuhan memberikan kesempatan kami berlibur ke Bali. Kami berdua sangat menimati kebersamaan di Bali dan dalam situasi santai seperti inilah kami dapat me re-Charge relasi kami yang terganggu dengan kesibukan. Walau tidaklah dapat dikatakan full re-charge tetapi cukuplah memberi semangat baru dalam menapaki hidup-hidup dengan pelayanan yang padat di depan. Terima kasih Tuhan.

Wednesday, December 4, 2013

Ini adalah perjalanan rohani ke Korea, melihat pertumbuhan orang percaya disana dan bagaimana mereka berkembang dalam himpitan. Doa mereka memang luar biasa. Setiap ada kesempatan berdoa akan mereka lakukan, bahkan sejak jam 4 pagi mereka berdoa bergiliran hingga jam kerja mereka berhenti dan pergi kerja kekantor. Luar biasa
Ini adalah foto kami para suami yang berkomitmen untuk mengasihi istri dan anak-anak yang Tuhan telah percayakan kepada kami semua
Daerah perbatasan China dengan Rusia (Vladivostok) walaupun udara sangat dingin -40 derajad Celcius tidak menyurutkan hati untuk menikmati salju disana. Berkesempatan untuk mengunjungi China, Korea sungguh suatu anugrah dari Tuhan sendiri, apalagi tatkala melihat bagaimana perjuangan orang-orang Kristen disana dalam menghadapi hidup sangat luar biasa.

Desember lagiiiiiii, Natal lagi.........

Desember adalah penghujung dari bulan di setiap tahun. Kedatangan bulan Desember memberi keceriaan tersendiri, ada yang menatap kedatangan bulan Desember dengan pelbagai rencana liburan. Keluar negeri ataupun di dalam negeri kebanyakkan orang merencanakan liburan mereka. Sementara itu para pengusaha semua sibuk dengan tutup bukunya dan mulai berhitung untung ruginya usaha dan sakit kepala memikirkan bonus untuk para karyawannya. Bagaimana dengan yang lainnya? Sebagai rohaniwan sudah pasti akan masuk dengan semua kesibukkan perayaan Natal, Natal demi Natal dipersiapkan dalam setiap komisi di gereja- gereja namun seberapa banyakkah dari kita yang berdiam diri. merenungi Natal dalam arti yang sebenarnya. Mengkoreksi diri akan dosa dosa yang telah di perbuat dan telah ditanggungkan oleh Yesus Kristus diatas kayu salib. Sudah seberapa kali kita menyakiti pasangan kita, anak-anak kita, kolega kita. Akakah ada perubahan dalam diri kita ataukah pengulangan kesalahan di tahun mendatang. Desember datang dan pergi cepat tidak terkira. Usiaku terus terkikis habis dan menyisakan sisa hidup yang seharusnya berarti. Mari kita berjuang dengan Natal kali ini perubahan dalam hidup kita agar semakin berarti. Shalooom!

Monday, November 12, 2012

MENIKMATI HARI HARI BERSAMA

Meliwati hari demi hari bukanlah suatu hal yang mudah. Kadang hari kita lalui dengan penuh kecemasan, penuh kemarahan dan kadang ada harapan dan kebahagiaan, tatkala menjalaninya. Bagaimana kita mengisi hari-hari dalam menjalaninya sangat mempengaruhi akan kesehatan jiwa kita. Jika kita melangkah hari hari kita dengan kebahagiaan bersama pasangan kita maka akan memberikan kesehatan jiwa yang akhirnya tertera didalam tingkah laku kehidupan sehari hari. di Usia yang semakin senja, dan semakin panjangnya kita hidup bersama, tidak menjamin akan semakin mendekatkan satu dengan lainnya. Namun bisa terjadi sebaliknya membuat kita semakin jauh satu dengan lainnya, hidup menjadi begitu hambar dan tersisa komitmen menjalani hidup sampai akhir hayat.
HIdup akan menjadi semakin bararti dan menyenangkan tatkala kita bisa meliwatinya bersama dengan pasangan hidup kita dengan berbahagia. Ukuran berbahagia menjadi sulit bagi kebanyakan orang, namun kebahagiaan yang seharusnya bisa tercapai dalam kehidupan berkeluarga adalah didalam menjalin suatu relasi yang menjadi semakin intim seperti apa yang Allah katakan bahwa suami istri telah di satukan menjadi satu daging. Jika kelekatan ini terjadi maka kebahagiaan akan tercapai. Masalahnya tidak setiao kita mempersiapkan diri memasuki usia senja, dimana dalam usia ini ternyata banyak permasalahan muncul karena pengaruh fisik yang semakin menurun. Misalnya pendengaran yang semakin menurun memicu masalah dengan pasangan yang selalu merasa tidak di dengarkan atau merasa tidak di perdulikan padahal pasangannya tidak mendengarnya dan masih ada hal lainnya misalnya banyak hal kita semakin melambat, mengendarai mobil juga semakin melambat, menurunnya kesigapan ini juga bisa memicu pertengkaran. Harapan-harapan yang di bawa sejak dulu mungkin ada yang belum tercapai dan semakin pupus dengan melanjutnya usia menambah permasalahan sendiri. Namun jika kita dapat mengantisipasinya, menyadari bahwa yang paling penting menyatunya iwa pasangan suami istri yang melekat dan berjalan bersama Kristus menuju tujuan yang Allah tetapkan bagi setiap pasangan akan membawa suatu kebahagiaan. Menikmati hari bersama-sama, menikmati anugrah berat yang sudah di berikan adalah suatu anugrah besar dari Allah untuk kita. Dengan masih adanya pasangan hidup disisi kita adalah sautu anughra yang harus di syukuri, oleh karena itu masilah kita bersama dengan pasangan kita nikmatilah hari-hari bersama sebelum kebersamaan itu di renggut darimu.

Friday, July 13, 2012

Menyikapi konflik dalam Pernikahan

Dalam setiap pernikahan tidak pernah lepas dari konflik, bahkan melalui suatu konflik terjadi suatu proses pengenalan yang lebih mendalam dari suatu relasi, semakin mengenal akan sikap, harapan dan cara berpikir seseorang. Kitab Amsal 27:17 mengatakan: “ Besi menajamkan besi , orang menajamkan sesamanya. Melalui ayat ini dapat dimengerti bahwa konflik di suatu pernikahan adalah proses saling menajamkan satu dengan yang lainnya. Yang menjadi permasalahan adalah bagaimana berkonflik dan kenapa terjadinya konflik. Pernikahan adalah proses yang harus dikerjakan oleh pasangan yang bertemu setelah berusia dewasa dan menyatukan diri menjadi pasangan suami istri, dengan sendirinya mereka masing-masing membawa keberadaan dan sifat masing-masing yang telah terbentuk sekian tahun dalam keluarga mereka masing-masing. Didalam penyatuan inilah sering terjadi konflik karena masing-masing membawa latar belakang mereka yang belum tentu mempunyai nilai yang sama dan berusaha menyatukannya. Masalah konflik terjadi kebanyakan di picu oleh harapan sebelum pernikahan yang tidak sesuai dengan kenyataan setelah menikah, memaksa nilai-nilai pribadi kedalam nilai mereka bersama setelah menikah, masing-masing berpegang pada prinsip pribadi dan tidak berhasil mengatasi diri untuk melebur menjadi satu daging. Masalah akan teratasi jika menyadari beberapa hal yaitu: 1.Konflik tidak harus di hindari, berkonfliklah jika itu perlu tetapi harus melalui etika konflik yang benar, sesuai dengan management konflik. 2.Belajar mengalahkan kehendak diri dan menyatukan diri menjadi “sedaging” 3.Sadar bahwa pernikahan adalah terjadi pada 2 orang dewasa yang berdosa mengikat diri dalam ikatan pernikahan dan sebagai orang berdosa mempunyai natur dosa yang selalu merongrong hidup manusia. 4.Tidak memaksa orang untuk berubah tetapi diri sendiri harus yang pertama kali berubah. 5.Tidak menuntut pasangan untuk memberi/mengalah tetapi tuntutlah diri sendiri untuk lebih dahulu memberi dan mengalah 6.Tidak egois tetapi bertindaklah dengan takut akan Tuhan 7.HIdupi kehidupan berkeluarga dengan menempatkan Tuhan sebagai pemimpin suami dan berlandaskan kepada firman TUhan. Dengan belajar melakukan 7 hal tadi maka kita dapat belajar bagaimana berkonflik dan bertumbuh melalui konflik tersebut, ingatlah konflik juga dapat memberikan kehancuran kehidupan rumah tangga, karena kita memberi makan kepada emosi dan ego kita maka akan berbuntut pada perceraian. Mari kita semua takut akan Tuhan dan hidup bergaul erat dengan Tuhan akan memberi kekuatan kepada kita dalam hidup berkeluarga antar suami istri, Tuhan memberkati. Ev. Julimin Nagaputra. S.Th; M.A

Tuesday, June 19, 2012

Kenapa seseorang berselingkuh

Belakangan ini perselingkuhan sangat marak terjadi dan menjadi biang keladi perpecahan dalam keluarga yang berakhir pada perceraian. Bahkan beberapa kalangan pergaulan anak muda menjadikan “perselingkuhan” ini semacam trend yang aneh jika tidak diikuti oleh mereka, sebagian dari mereka akan merasa ketinggalan jaman jika dalam kehidupannya tidak berselingkuh. Sudah sedemikian bobrokkah mental manusia saat ini, sehingga menjadikan perselingkuhan ini suatu trend yang harus diikuti. Sebenarnya yang di sebut sebagai perselingkuhan itu sampai sebatas mana? Apakah setiap kedekatan dengan lawan jenis yang bukan pasangan di sebut sebagai perseligkuhan? Apakah disebut perselingkuhan karena sudah terjadi hubungan seksual di antara mereka. Beberapa pandangan mengenai perselingkuhan; 1. Pandangan yang menyatakan relasi antara pria dan wanita yang telah melibatkan perasaan dapat di sebut sebagai perselingkuhan. Misalnya kedekatan dengan seorang yang berlainan jenis dan didalam ke dekatannya mereka seringkali terlibat obrolan yang asyik, bahkan bisa di teruskan dengan sms an atau saling menilpon, sehingga satu hari jika tidak ada tilpon atau sms darinya maka hati mulai gelisah dan menanti kabar darinya maka ini sudah masuk kedalam daftar perslingkuhan secara emosi. 2. Padangan yang mengatakan jika seseorang sudah memberikan perhatian yang intens pada seseorang yang berlainan jenis sudah masuk dalam kategori perselingkuhan. 3. Lebih mementingkan wanita atau pria lain ketimbang dari pasangannya sendiri 4. Sudah terlibat hubungan seksual. Banyak pria menolak pandangan ke 4 ini sebagai suatu perselingkuhan. Banyak mereka jatuh kedalam relasi seksual dengan wanita lain bukan karena perselingkuhan namun hasrat keinginan berhubungan seksual saja. Bayak dari mereka memang tidak terlibat emosi dengan wanita yang di tidurinya itu dan mereka tida perah berpikir untuk menceraikan istrinya, namun apapun alasannya tindakan ini tetap merupakan suatu pengkhianatan terhadap pasangannya. Beberapa alasan bagi seseorang sampai berselingkuh: 1. Perselingkuhan yang tidak disadari mulanya, awalnya mungkin hanya menolong dan memberi perhatian kepada seseorang yang lambat laun perasaan masuk didalamnya. 2. Kebutuhan kasih dan mengasihi, misal seseorang yang berada seorang diri jauh dari pasangannya padahal ia adalah sosok orang yang tidak bisa sendiri, dia butuh seseorang untuk memperhatikannya dan tempat ia memperhatikan juga dan jika ia berjumpa dengan seseorang yang cocok maka ia akan mudah sekali jatuh cinta walau sebenarnya ia tidak pernah punya rencana untuk menceraikan pasangannya, cinta mengalir begitu saja karena kebutuhannya itu. Bisa juga kebutuhan itu karena kebutuhan untuk berhubungan seksual yang tidak bisa didapatnyakarena jarak yang jauh dengan istrinya. 3. Perselingkuhan karena balas dendam. Seseoang yang sengaja melakukan perselingkuhan hanya karena untuk membalas dendam kepada pasangannya, mungkin karena pasangannya pernah berselingkuh. 4. Perselingkuhan dengan alasan menghukum. Pasangan yang merasa diabaikan dan ia menghukum pasangan yang mengabaikannya dengan berselingkuh dengan orang lain. 5. Perselingkuhan karena keidupan rumah tangganya sudah hambar dan memang sengaja dilakukan untuk kesenangan pribadi. Apapun alasannya perselingkuhan adalah suatu pengkhianatan terhadap legacy pernikahan. Janji nikah yang diucapkan waktu menikah bahwa hanya mengasihi pasangan yang satu-satunya telah di langgar. Pelanggaran ini merupakan dosa karena pernikahan yang kita lakukan adalah atas dasar perjanjian dengan Allah yang menyatukan seseorang dalam pernikahan. Perselingkuhan bukan hanya bersalah kepada pasangan tetapi juga dengan Allah, maka perlu membereskannya dengan Allah ataupun pasangan yang dikhianati. Pengampunan harus selalu terbuka bagi mereka yang sungguh-sungguh bertobat dari segala kesalahan atas dosa ini dan tidak akan mengulanginya dikemudian hari. Oleh: Musafir Girang alias Julimin Nagaputra M.A

Perjalanan Pernikahan

Tanggal 12 Juni adalah tanggal khusus bagi diriku, ini adalah hari ulang tahun dari istriku, selain dari itu tanggal 15 Juni menjadi jauh lebih berarti karena tanggal itulah hari jadi kami, hari pernikahan kami. Pernikahan kami tidak terasa telah terlewati selama 21 tahun dan berjalan ke tahun ke 22 namun ingatan hari pernikahan itu masih jelas terpampang di depan mataku sebagai satu kenangan indah yang tidak terlupakan. Pernikahan kami tidak dapat di sebut sebagai pernikahan yang senpurna karena kamipun tidak luput dari konflik dan ancaman perselingkuhan namun Tuhan begitu baik menjaga kami berdua hingga saat ini dan rasa cinta kami tetap tidak berubah. 21 tahun menikah bukan waktu yang singkat, banyak sekali permasalahan timbul diantara kami namun itulah pembentukan bagi kami berdua. Pernikahan yang harmonis tidak terjadi begitu saja namun kami harus kerjakan bersama bagian kami masing-masing dan sampai detik ini masih banyak perkerjaan rumah yang harrus kami kerjakan, masih saja ada celah- celah yang membuat kami konflik. Teringat olehku saat istriku terbaring sakit menderita penyakit yang sangat serius lalu terbayang pikiran mengerikan bagaimana jika ia meninggal dan itu memberikan ketakutan sendiri bagiku namun kami dapat liwati semua itu. Teringat saat kami masih berjuang dalam awal pernikahan kami, kami bekerja sampai larut malam sepulang dari bekerja di kantor kami masih harus berdagang sepatu sampai kadang jam 12 malam, bagaimana setianya istriku mendampingi saat sulit seperti itu. Sekarang kami berdua telah beranjak tua, penyakitpun sudah mulai berdatangan menyapa kami, namun ketuaan ini ingin kami lalui dengan tetap bergandeng tangan penuh kasih dan cinta yang ada dalam hati kami masing-masing. Mengisi hari-hari tua kami dengan cinta kasih yang tidak pernah padam dalam diri kami, saling menjaga dan memperhatikan. Namun kamipun menyadari dalam usia semakin tua karakter kamipun ada perubahan, kami berdua semakin pelupa, semakin cerewet satu dengan lainnya dan ini yang harus kami waspadaijangan sampai merusak cinta kasih kami berdua. Sebenarnya kecerewetan kami adalah untuk mengingatkan pasangan masing-masing namun kadang bisa saja menjadi ajang konflik karena merasa tidak di mengerti, Inilah perjuangan yang harus terus kami lalkukan. Terima Kasih Tuhan.