Ketika tahun 2017 maka adalah waktunya kita merenung apa berkat dan hal yang telah kita terima dari Tuhan selama tahun itu dan apa yang menjadi resolusi kita di tahun mendatang yaitu 2018. Saat mengenang semua peristiwa yang terjadi di tahun 2017 maka hanya satu kata yang dapat saya ucapkan yaitu: "PUJI TUHAN".
Bagaimana tidak saya mengucapka puji Tuhan, karena hidup yang sekarang kujalani adalah kesempatan ke dua yang Tuhan berikan untuk melayaninya.
January 2017 yang silam aku berkesempatan menikmati liburan karena diajak salah seorang mantan anak didik kami yang telah enjadi pengusaha untuk berlibur dengan kapal pesiar ke phuket Thailand. Sesungguhnya saat itu saya sedang mengalami gangguan kesehatan serius yaitu gagal ginjal.
Dalam situasi gagal ginjal ini saya harus menjalani cuci darah seminggu 2 kali agar bisa beraktivitas seperti biasa. Karena akan berlibur maka saya bertanya kepada dokter dan dikatakan saya harus meluangkan waktu cuci darah selama perjalanan, maka lalu aku mengkontak salah satu rumah sakit di port klang tempat kami singgah nanti. Semua telah dipersiapkan dengan baik. berangkatlah kami dengan suka cita.
Pada saat waktu harus cuci darah kami merapat di port klang pagi sekali dan segra saya berangkat kerumah sakit yang sudah saya kontak sebelumnya, namun ternyata proses tidak mudah pelaksanaan hanya bisa dilakukan sore hari karena dokternya datang jam siang sedangkan kapal kami siang sudah harus berlayar lagi, akhirnya hari itu kami batal melakukan cuci darah karen selang 1 hari kami akan merapat di Phuket dan saya berpikir akan lakukan disana saja, maka kami lanjutkan pelayaran kami.
Tidak disangka malam itu saya mengalami dropp, sesak nafas datang sehingga sangat menganggu lalu saya mendapat pertolongan ke rumah medis yang ada dalam kapal setelah mendapat pertolongan kami kembali kekabin dan tidur. Nmun selang 2 jam kembali aku mendapat serangan dan dropp tidak bisa bernafas sehingga di bawa kembali ke ruang emergensi dan dipakaikan oxygen menunggu fajar tiba karena pagi itu kami akan merapat di Phuket dan akan dilarikan ke rumah sakit terdekat.
Paginya begitu merapat aku dan ada pasien lainnya yang harus diberangkatkan dengan segra dilarikan ke rumah sakit di Phuket. Namun sesampai disana ruang hemodialysys penuh semua dan tidak ada tempat dan mereka coba mengontak seluruh riumah sakit yang lain pun tidak ada tempat, berkat pertolongan suster yang merawat di IGD aku harus dimasukkan ke ICU agar dapat segera di tolong dan tentu saja tidak boleh melanjutkan pelayaran.
Saat itu istriku kembali kekapal untuk mengambil barang kami semua, sementara saya di tinggal didalam ruang IGD menanti pengurusan ruang. Saat itu perasaan takut dan mencekam menghantuiku. dalam kesendirian seperti ini tanpa dompet dan surat surat pengenal karena semua dokumen paspor ada di tahan oleh petugas kapal pesiar sehingga istri harus kesana mengurusnya.
Singkat cerita malam itu saya masuk ruang ICU dan dilakukanlah cuci darah pertama karena sudah keracunan sementara istri saya sendirian diluar menunggu dengan kecemasan. Malam itu kami lalui dengan baik karena setelah pencucian darah pertama sudah sangat menolong namun aku tidak boleh keluar dan harus lakukan lagi cuci darah ke 2 pagi hari dan penarikkan kadar air dalam tubuh setelah itu baru dipertimbangkan untuk keluar rumah sakit.
Puji TUhan ketika semua sudah dilakukan aku bisa kembali normal dan sore itu aku dapat keluar rumah sakit dan menikmati keliling kota Phuket dan hotel disana, lalu kami encari tiket untuk ke Singapore karena ingin mengunjungi dokter yang merawat aku selama ini.
peristiwa ini sungguh membawa saya melihat tangan Tuhan menolong setiap tahapan yang aku lalui, dengan bertemu dengan suster yang baik hati memasukkan aku ke ICU agar dapat rawat cuci darah dengan segera dan selama di kamar perawatan ICU juga di temani oleh suster yang selalu memberi penguatan dan penghibura.
Hanya satu kata yang dapat kukatakan saat itu "PUJI TUHAN"...... Bersambung
Keluarga adalah suatu tanggung jawab yang Tuhan berikan kepada kita untuk dikerjakan dan dinikmati. Oleh karena itu setiap mereka yang ingin berkeluarga harus berani Bertanggung jawab dalam berkeluarga dan Tuhan akan memberikan anugrah kepada mereka untuk menikmatinya.
Thursday, January 11, 2018
Tuesday, January 24, 2017
Ketika sakit hadir dalam hidupku
Setahun sudah berlalu dalam pergumulan sakit ginjalku. Banyak orang mengatakan bahwa saya terlihat lebih segar, lebih sehat dan lain sebagainya. Dalam hati aku hanya dapat tersenyum pahit mendengar itu semua. aku terbayang pada penjual mobil bekas, saya katakan kepada mereka saya seperti orang jual mobil, body terlihat baik sekali padahal mesin sudah mulai rusak. Begitulah saya menggambarkan kondisi diriku kini.
secara kasat mata memang terlihat lebih baik namun aku yang paling merasakan bagaimana gangguan gangguan dalam tubuh ini menghambat banyak aktivitas.
Seringkali tatkala malam hari sulit tidur karena ganguan pernafasan, kadang karena hidung tersumbat namun kadang kuatir kadar Kalium dalam tubuh meningkat sehingga sesak, bahkan pernah malam hari ternyata paru ku sudah kepenuhan air karena ginjal tidak mampu memompa air itu keluar. Belum lagi sering merasakan gangguan kejang otot di kala tidur (kram) kondisi tubuh yang semakin menurun kadar calcium dalam tubuh berkurang sehingga kejang otot ini terjadi. Semua ini terjadi hanya dirasakan saja olehku dan tidak nampak oleh orang lain diluar, sehingga sulit sekali menjelaskan kepada orang lain betapa terganggunya kita. akhirnya aku hanya dapat belajar untuk tidak mengeluh karena percuma tidak ada yang tau........
Terima kasih pada Tuhan memberikan istri yang setia mendampingi dalam penderitaan ini dan aku hanya dapat bersyukur dan berdoa kepada Tuhan mohon memberi kekuatan.
Belum selesai menghadapi sakit ini akupun kembali harus menerima kenyataan lain yaitu mamaku mengalami sakit yang sama sehingga harus di terapi yang sama pula. Kadang kami berdua harus tidur berdampingan di rumah sakit menjalani Hemodialisa (cuci darah ) bersama, yah Tuhan, kenapa TUhan ijinkan semua ini terjadi dan harus kualami.
Sebagai anak lelaki palng besar aku mempunyai tanggung jawab terhadap orang tua ditambah dengan sakit pada diri sendiri membuat semua semakin berat.
Ketika sakit hadir dalam hidupku disanalah aku semakin bergumul dengan Tuhan dan belajar melihat rancanganNya dalam hidupku ini. Aku belajar dan semakin bersandar kepada Tuhan bahwa segala yang terjadi ada dalam rancanganNYA dan seijinNYA dan memberikan suatu kebaikan bagi kita, hanya saja kita belajar untuk mengerti kebaikkan Allah dalam hidup kita.
Tuhan berilah kekuatan padaku untuk menjalaninya.
Wednesday, October 7, 2015
Gagal Ginjal: Perasaan-perasaan yang terguncang.
Tidak ada orang yang tidak terguncang waktu di vonis gagal ginjal, yang terbayang adalah kematian yang menanti atau jika tidakpun maka pengobatan yang menghabisan dana menanti didepan.
Saat divonis Gagal Ginjal saya merasa dibawa kesatu tempat yang terasa asing dan meratapi diri kenapa sampai aku terkena penyakit ini. Hidup kedepan terasa hampa dan tidak tau harus bagaimana meliwatinya.
Syukur bagiku masih mempunyai Tuhan Allah Yesus Kristus yang mengingatkanku bahwa memang semua ini akan berakhir dan tempatmu adalah di Surga bukan dalam bumi, tetapi sebagai manusia tetap saja saya bertanya apakah sekarang waktunya Tuhan.
Hati bertambah sedih tatkala mengingat ada seorang istri yang setia dan sangat kucintai yang akan ku tinggalkan, bagaimana kelak kemudian dia meliwati hari tanpa diriku. Banyak hal kecil yang tidak biasa ia lakukan dan kadang ia abaikan karena ada aku yang masih bisa mengerjakan. Misalnya urusan asuransi, bayar mobil, setir mobil ada invesatsi apa saja dan bagaimana semuanya itu nanti akan bagaimana dia meliwatinya?
Hati ku bertambah hancur mengingat aku masih ada mama yang masih sangat bersandar pada diriku. Mama sudah di tinggal papa, dan 2 adik pulang ke Surga dan aku kuatir ia tidak akan sanggup menerima kenyataan jika aku berpulang. Aku tidak tau harus bagaimana?
Aku hanya berdoa-dan berdoa berharap ini semua hanya mimpi dan aku akan sadar dalam keadaaan sehat, tetapi kenyataan mengatakan memang saya sakit.
Aku berdoa kepada Tuhan semoga masih ada jalan keuar bagi diriku.
Dengan bersandar pada Tuhan dan semua teman teman yang begitu setia mendoakan dan urun dana dalam pengobatan membuat hati semakin terenyuh. Aku harus belajar, belajar, dan belajar menerima resiko yang paling buruk sekalipun.
Aku akan berusaha tidak sedih didepan mereka, Tuhan tolonglah aku. Tolong aku tetap tegar menjalani hidup dengan terapi terapi yang harus kulalui. Aku ingin tetap melayaniMU dalam segala kondisiku ini
Tuhan tolong aku…………
Wednesday, August 19, 2015
Gagal Ginjal menggoncangkan.......!
Penyakit Ginjal merupakan penyakit yang menakutkan bagiku, semua kondisi dan keberadaan diriku menuju kepada penyakit ini. Bagaimana tidak, sejak muda aku menyandang hipertensi bertahun tahun dan mencoba pengobatan dengan pelbagai macam treatment dan obat dan akhirnya bisa dikendalikan. Puji Tuhan!
Tak lama dari itu mulai ditemukan diriku membawa penyakit keturunan penyakit diabet dan harus mengkonsumsi obat dan selalu mencoba berbagai macam cara diet dan menurunkan berat badan dan menunrunkan kadar gula.
Selama ini pula asam urat dalam diriku seringkali naik dan membuat sulit berjalan, dalam kondisi seperti ini mau tidak mau mengkonsumsi obat asam urat dan penahan sakit.
Dengan latar belakang demikian dokter memperingatkan hati-hati akan ginjalnya dan saya terus berdoa agar Tuhan jangan timpakan penyakit ginjal dalam hidupku.
Waktu terus berlalu dengan pengobatan semua penyakit dapat dikendalikan namun suatu ketika mulai ada tanda tanda kreatinin naik dan juga kadar ureum yang mengindikasikan ginjal bermasalah.
Perlahan dan pasti kadar kreatinin setelah beberapa tahun naik sampai diangka 2 dan tidak pernah turun dari angka 2 sedang ureum diambang batas atas.
Sampai pada satu saat ketika mendapat tugas pelayanan ke Sydney saya merasakan diri tidak terlalu fit dan pada akhri July saya pergi check darah dan hasil yang keluar begitu mengagetkan kadar kreatinin mencapai angka 9 lebih dan ureum 150, perasaan kuatir mulai timbul dan ada rasa ingin membatalkan pelayanan tetapi tidak mungkin karena semua sudah di rencanakan sedemikian untuk gereja disana. Akhirnya pergilah pelayanan ke Sydney dengan perasaan was was dan terus melakukan diet makan, dengan harapan hasil laboratorium menurun setelah pulang ke Indonesia.
Selama disana diet ketat dan berhasil menurunkan 8 kilogram berat badan dan pulang dengan harapan kondisi membaik.
Setalah kembali Ke Indonesia maka pada tanggal 5 Agustus 2015 saya kembali ke Dokter Mardi Santoso yang selama ini menangani aku dengan hasil lab yang ternyata tidak berubah, kreatinin dan ureum tetap tinggi malah dokter Mardi mulai kuatir dan meminta aku segra ke dokter Ginjal untuk Obesrvasi.
Tanggal 8 Agustus 2015 dengan hati tegang saya kembali mengecheck darah dan periksa ke dokter Ginjal, Hasil hari itu baik turun 2 point lebih jadi kadar menjadi 7,.... dan ureum tetap tinggi. Hasil ini dilihat dokter dan dengan tegas dokter mnegatakan tidak ada jalan "HARUS CUCI DARAH". Ucapan dokter ini sangat memukul dan melemaskan seluruh persendianku dan membuatku langsung lemah lunglai, satu hal yang kulakukan adalah menilpon kakakku yang seorang dokter dan menceritakan padanya. Aku berteriak kepada Tuhan......, aku sedih dan merasa seakan sedang berjalan menuju Maut /kematian. Istriku kuat dan atas dukungan teman memberi kekuatan mungkin diaognosa salah maka aku coba mencari dokter lain sebagai second opinion yang bisa diajak berdiskusi dan ditanya mengenai penyakit ini.
Tanggal 10 saya pergi ke rumah Sakit Gading Pluit dan menemui dokter Widodo ahli Ginjal dari beliau karena sejarah diabetes yang ku derita langsung mengatakan kondisi saya harus CUCI DARAH / HEMODIALISA jika tidak akan terjadi komplikasi karena racun sudah tinggi sekali. Hasil USG dikatakan Ginjalku sudah menurun fungsinya mungkin hanya 10% atau malah dibawahnya, mendengar ini lemas semua tubuhku.
Aku bergumul keras dan bertanya TUHAN kenapa akhirnya harus aku lalui juga penyakit Ginjal ini bahkan harus melalui cuci darah bagaimana aku membiayainya bukankah berarti sedang berjalan menuju pada kematian.
Gagal Ginjal satu berita yang menggoncangkan dan membuat hidup serasa segra berakhir. Bersyukur selama ini ada beberapa rekan yang memberi kekuatan moril, bahkan seorang dokter ahli cancer mengatakan Cuci darah bukan akhir segalanya, manusia bisa tetap hidup seperti biasa dan produktif hanya saja ia harus rutin menyuci darahnya karena ginjal sudah tidak bisa bekerja.
HIdup manusia memang ringkih aku terus berdoa pada TUhan agar tidak meninggalkan aku dan menyertaiku dalam menjalaninya. dengan sisa kekuatan tanggal 12 Agustus malam aku di pasangi alat persiapan untuk Cuci darah dan aku terus meminta Tuhan untuk terus semangat. Tanggal 13 Agustus mulailah aku menjalankan therapi Hemodialisa seminggu dua kali. doaku Tuhan kuatkanlah aku meliwati semua ini dan cukupkan semua kebutuhanku. Tuhan yang memberi dan Tuhan yang mengambil. beri kekuatan pada orang sekitarku khususnya mamaku yang menumpu hidupnya pada diriku ini.
TUHAN tolong.....
Tuesday, January 6, 2015
Perenungan Awal tahun
Setahun sudah berlalu, memasuki lembaran baru di tahun yang baru apakah yang berubah? Semua nampak sama, kesibukkan yang sama, situasi dan kondisi yang kurang lebih sama apakah harus kita lalui dengan sama pula!
Sementara itu banyak orang mengatakan masa lalu adalah guru bagi hari ini berarti hari ini harus lebih baik dari hari yang lalu dan itu berarti harus ada perubahan dalam hidup ini. Pertanyaannya apakah kita sudah membuat satu resolusi memasuki tahun yang baru.
Secara pribadi saya bersyukur mengakhiri tahun 2014 dengan membawa remaja retret ke SAAT Malang dan disini secara pribadi merenungi hidup ini. Apa yang kucari dalam hidup ini? Gelar demi gelar terus diupayakan untuk apakah ini? Adakah berguna bagi masyarakat luas atau hanyalah untuk memuaskan nafsu belajar dan peraihan gelar! Teringat jemaat mengatakan terlalu banyak orang pandai zaman ini namun sedikit sekali orang yang cinta Tuhan. Pernyataan ini begitu mengusik dan selalu terngiang dalam telinga ini dan secara perlahan menjadi pertanyaan pribadi apakah aku mengejar status sebagai orang pandai ataukah aku dikenal sebagai orang yang cinta Tuhan.
Hal ini menyentak kesadaran ku untuk mulai berpikir alangkah baiknya jika mencari sesuatu yang dapat meningkatkan spiritual kita agar semakin mencintai Tuhan dan nyata dalam hidup ini dan berguna bagi orang sekitar.
Memasuki tahun yang baru Tuhan menggerakkanku untuk berbagian dalam pertemuan Alumni yang diisi dengan ceramah bagaimana mengadakan perubahan dari gereja pada dunia real kita hidup dan semakin memantabkan diri untuk belajar formasi spiritualitas agar semakin melayani dengan rendah hati dan mencintai Tuhan dan sesama lebih lagi.
Tuhan kuatkanlah dan berilah kesempatan padaku untuk terus bertumbuh dalam Tuhan semakin dalam lagi.
Musafir Girang
Thursday, November 20, 2014
Ketika waktu berjalan begitu cepat......
Suatu ketika saat aku seorang diri, pikiran melayang layang mundur ketahun tahun dulu dalam kehidupan. Begitu senang mengenang masa-masa saat kecil, semua menyenangkan kehidupan dalam keluarga besar kami 6 orang anak-anak dengan papa dan mama yang selalu berkumpul tiap malam di beranda rumah kami yang kecil.
Ada saat kami duduk bercengkrama sambil menikmati minuman ringan saat itu yaitu limun atau sarsaparilla yang sekarang sudah tidak ada lagi. Kadang disaat malam kami bersama memesan mie tek tek didepan rumah dan dimakan beramai-ramai semua sangat menyenangkan.
Tanpa terasa semua itu sdh terjadi lebih dari 40 tahun yang lalu. Satu persatu pengalaman dalam relasi kakak adik terbentang seperti layar film yang terus memutar filmnya. Kenangan demi kenangan tergali sangat menyenangkan.
Namun aku disadari aku kini telah menjelang usia senja, setengah abad telah kulalui hidup ini, kakak beradik sudah hidup sendiri sendiri dengan keluarganya bahkan kami sudah jarang berkumpul bersama. Papapun sudah lama meninggalkan kami berpulang keSurga. Kami hanya mempunyai mama yang masih hidup sampai saat ini. Aku disadarkan bahwa 2 adik pun telah berpulang keSurga, ah..... cepat sekali waktu berlalu, kenangan masa lalu tinggalah kenangan yang rasanya baru saja terjadi dan ingin sekali mengulanginya lagi.Sekarang kami harus terus berjuang membahagiakan mama yang masih hidup dan berjuang masing-masing untuk keluarga. Kesadran ini mambawa aku ingat akan firman Tuhan bahwa hidup manusia ini benar benar singkat dan cepat sekali berlalu dan ketika ini berlalu hanyalah sisa kenangan dan paling lama hanya akan dikenang sampai 2 keturunan setelah itu tidak ada lagi yang mengenalnya. Memang tempat kita bukanlah didunia ini tempat kita adalah di Surga yang penuh kebahagiaan kesanalah sekarang kita sedang berjalan menanti waktu kita masing-masing.
Isilah semua kenagan hidup dengan indah agar indah untuk di kenang.
Subscribe to:
Posts (Atom)