Wednesday, August 20, 2025

KEJATUHAN ORANG PERCAYA

Sebagai Orang yang telah diselamatkan oleh kristus Yesus dan menerimaNya sebagai Tuhan dan juru selamatnya pribadi maka dipastikan orang tersebut percaya bahwa hidup yang ia jalani sekarang adalah anugrah yang Tuhan berikan kepadanya.

Orang percaya ini berusaha menjalani kehidupannya dengan sungguh sungguh mengikuti kebenaran firman Tuhan namun dengan berjalannya waktu heran sekali iman dan kepercayaan orang tersebut tidaklah sekuat seperti tatkala ia baru percaya dan menerima Kristus Yesus.

Segala pengetahuan Alkitab yang ia tahu dan juga segala kebenaran yang ia yakini hanya berhenti sampai dalam benak mereka saja, hanya tinggal slogan tidak terwujud dalam tingkah laku mereka.

Mereka ini bukanlah tidak mencintai Tuhan atau tidak percaya lagi kepada Tuhan, jika berbicara dengan mereka dan melihat semangat mereka tatkala berbicara mengenai kebenaran seringkali masih menggebu dan menunjukkan betapa mereka bersyukur atas keselamatan yang mereka terima dari Tuhan Yesus Kristus, bahkan dari mereka masih bersemangat mengambil pelayananan serius dalam menjalani pelayanannya.

Namun dalam realita kehidupan mereka sepertinya mereka masih ada hati yang percaya dan mau setia pada Tuhan namun dalam menjalani kehidupan ini mereka bisa memisahkan antara pengertian mereka akan Tuhan maksudnya dalam keseharian mereka masih berkecimpung dalam dosa keseharian, yang menjadi kelemahan mereka.

Ironisnya mereka-mereka itu banyak juga yang memegang jabatan penting dalam hal kerohanian, maksudnya mereka itu banyak yang adalah pengerja gereja sebagai aktivis gereja, Majelis gereja bahkan juga hamba-hamba Tuhan

Menyedihkan memang, firman hanya berhenti sampai di pengetahuan mereka dan tidak menjadi gaya hidup mereka dalam menyikapi kehidupan keseharian. Kebanyakan kejatuhan yang mereka hadapi adalah dosa kemunafikan, seksual, keuangan dan juga kedudukan.

Pernah sekali saya berbincang dengan seorang majelis gereja yang sedang bergumul dalam tuntutan hukum karena terjadi penipuan keuangan dalam usaha mereka dengan negara dan tentu saja hal ini menjadi bahan pembicaraan banyak orang di lingkungan gereja.

Ada pula dalam dalam konteks konseling ditemui beberapa rohaniwan wanita muda yang di lecehkan secara seksual oleh oknum majelis gereja dimana rohaniwan ini praktek di gereja majelis tersebut dan di tempatkan tinggal di rumah majelis tersebut.

Banyak pula para rohaniwan muda yang baru lulus mengejar kesempatan untuk bisa dapat kedudukan yang lebih baik atau mendapatkan penghasilan lebih dengan cara tidak bertanggung jawab menjalankan bagiannya sebagai full timer di gereja tempatnya melayani tetapi lebih banyak menerima tawaran kotbah diluar yang notabene mencari kesempatan untuk ketenaran, kesempatan  atau keuangan yang lebih dari apa yang didapat.

Tidak hanya begitu, betapa banyak para pendeta senior yang tidak ingin mendapat saingan atau menjaga erat posisinya dengan tidak pernah memberi kesempatan pada rohaniwan yuniornya untuk naik, atau di pendetakan, malah tidak kurang banyaknya mereka malah di lengserkan karena tidak taat pada “kehendak” pendeta seniornya. Atau perebutan kedudukan jika ada pemilihan sinode atau apapun dalam kanca mendapatkan kedudukan menjadi orang nomor satu.

Ini semua menjadi satu fenomena umum yang terjadi, bagaimanakah jemaat tidak akan jatuh dan bertumbuh jika sebagai orang percaya kita tidak bisa menyatukan pengetahuan kebenaran firman Tuhan dan mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Fenomena seperti ini seharusnya menjadi satu peringatan bagi kita sebagai orang percaya. Bahwa iblis bekerja luar biasa dan tahu kelemahan kita. Ada yang lemah dalam dosa seksual maka ia akan merongrong agar orang percaya jatuh dengan selalu memberi kesempatan satu situasi yang membuat seseorang jatuh. Demikian juga dengan dosa lainnya.

Dosa demikian mengerikan, jangan anggap diri kita kuat karena seringkali kita merasa kita mengerti kebenaran dan merasa berbuat segala sesuatu untuk Tuhan namun dibalik itu semua motivasi kita salah. Kita bisa membohongi orang di sekitar kita namun ingatlah Tuhan tidak buta.  

Saudara terkasih mari kita bersama waspada bahwa kita ini lemah, tidak ada seorangpun yang kuat tanpa pertolongan Allah dalam hidup kita, jangan pernah andalkan pikiran dan perasaan kita tetapi serahkan pikiran dan perasaan kita kedalam tangan Tuhan.


Wednesday, January 15, 2025

Menyongsong 2025

 

Julimin Nagaputra

 

Tahun 2025  sudah di lewati lebih dari 10 hari, dan setiap hari selalu saja ada berita yang mengejutkan bagi setiap dari kita. Pertanyaan demi pertanyaan selalu muncul dalam benak kita dari apa yang kita hadapi ini.

Bencana alam terjadi dimana-mana, banjir di banyak tempat di Indonesia, kebakaran luar biasa terjadi di Amerika, Los Angelesa, California dengan dahsyat menghanguskan segala yang ada dan memiskinkan mereka yang ada disana. Dunia sedang mengalami goncangan…..

Waktu memasuki tahun 2025 ini apa yang ada dalam benak kita, pengharapan apa yang kita harapkan dan apa yang telah kita syukuri pada hidup yang sudah berlalu ini. Resolusi apa yang kita canangkan dalam hidup kita kedepan.

Satu hal dalam hidup ini yang selalu harus kita perhatikan adalah persiapan kita dalam menghidupi kelanjutan dalam hidup didunia ini, bagaimana relasi kita dengan Tuhan apakah semakin hari semakin erat dan terus bertumbuh didalamNYA. Salah satu hal yang menunjuk kedekatan kita pada Tuhan adalah bagaimana kita berelasi dalam keluarga kita dan dengan lingkungan kita.

Kadang kita kecewa melihat hidup kita, keluarga kita tidak semakin baik, relasi kita juga mungin tidak bertumbuh dengan pasangan, anak-anak kita juga semakin tidak perduli akan hidup kerohaniannya bahkan juga terhadap relasi keluarga.

Mari saudara kita tidak boleh pernah menyerah, kita harus terus berjuang dan perjuangan itu harus dimulai dari diri kita sendiri. Jangan pernah menyalahkan orang lain atau keadaan karena memang keadaan dunia ini sedang tidak baik-baik saja. Namun kita harus tetap bertahan dalam iman disituasi yang tidak baik-baik saja ini.

Satu hal yang tidak pernah berubah dalam dunia ini yaitu Kasih Tuhan kepada ciptaanNYA. Tuhan mengasihi kita dan tidak ingin melihat kita binasa, namun kita juga harus mengusahakan diri hidup dalam Tuhan dan terus bertumbuh dalam Tuhan.

Mari saudara terkasih kita bergandeng tangan Bersama semua orang percaya hidup dalam perjuangan yang sama melawan dunia yang sedang tidak baik ini dengan pertolongan Tuhan

Tuhan memberkati

Saturday, August 17, 2024

Sulitnya Mengasihi

 Mudah sekali bagi seseorang mengadakan Mengasihi...

Apakah memang dalam mengasihi seorang semudah kata-kata? Tentu tidak saudara. Mengasihi itu adalah suatu perjuangan panjang dan kerendahan hati yang laur biasa yang harus di kerjakan.

Mengasihi itu sangat erat hubungannya dengan persaaan kita, persaaan nyaman kita, persaaan penerimaan terhadap diri kita Dan juga pemenuhan akan kebutuhan kita dari seseorang.

Tatkala kita tersakiti oleh mereka yang kita kasihi apakah kita tetapi mengasihi ya? Tatkala kebutuhan kita tidak terpenuhi apakah kita Masih mengasihinya. Jika ya... Apakah kasih itu bergantung pada diri kita? Atau diri orang yang kita kasihi atau kah ada hal lainnya....?

Secara umum manusia mengasihi dengan syarat tertentu, saya mengasihi seseorang yang memberikan daya tarik luar biasa kepada diri saya, itu mengasihi yang berdasar kepada ketertarikan fisik. Mengasihi seseorang karena kebaikkan yang selalu kita terima, perhatian dan bantuan yang selalu kita terima dari orang tersebut, kasih yang karena kebutuhan kita terpenuhi....?

Kalau begitu alangkah dangkalnya kasih kita yang hanya berorientasi kepada diri kita sendiri. Bukankah dengan demikian kita itu egois, yaitu hanya mengasihi sebagai balasan dari sesuatu yang kita terima dari orang lain.

Sebagai orang percaya, Orang Kristen, kita melihat contoh jelas dari Yesus Kristus yang mengasihi justru mereka yang menyalibkanNYa. Kasih yang tanpa syarat kepada manusia yang memang ingin Dia selamatkan

Kasih Kristus yang tidak berkesudahan kepada umat manusia yang selalu menyakiti diriNya Dan selalu berdosa ini. Jika kita harus berkaca kepada Kristus maka seyogianya kasih kita itu bukalah kasih yang bersyarat, tetapi kasih Kristus dalam diri kita terpancar keluar dalam relasi kita dengan orang lain.....

Kita mengasihi orang lain yang mungkin tidak ada relasinya dengan kita, misalnya kita melihat orang yang hidupnya kekurangan yang ada disekitar kita Dan tergerak untuk menolong mereka. Kasih kita kepada mereka yang belum kenal Tuhan Yesus Dan memperkenalkannya kepada Kristus.

Dalam berkeluarga bisakah kita mengasihi pasangan kita dalam segala kekurangannya. Mungkin Dia tidak dapat memenuhi kebutuhan kita atau harapan kita, masihkah kita tetapi mengasihinya dengan semangat kasih yang sama.

Waktu anak-anak kita bertumbuh semakin dewasa namun tidak sesuai dengan harapan kita, masihkah kita mengasihi mereka Dan membimbing mereka terus atau justru kita acuhkan mereka ......

Mari saudara kita kembali memeriksa kasih yang ada dalam diri kita masing-masing Dan terus menjaga kasih Kristus dalam diri kita semakin nyata Dan mengalir dalam hidup kita dengan ditandai kasih kita yang tidak berkesudahan dan tanpa pamrih kepada sekitar kita. TUHAN memberkati 

Monday, August 12, 2024

Mengalahkan Diri

Ada perkataan atau kata bijak yang sering didengungkan bahwa musuh terbesar dari manusia adalah diri mereka sendiri. Tidak mudah memang mengatasi diri sendiri, mengatasi gelombang emosi diri dan mengontrol kehendak diri serta pengaruh yang ada diluar diri yang begitu besar dan menekan sehingga tidak mampu membandung dorongan-dorongan ini, kita jatuh dalam dosa.

Sebagai manusia berdosa memang dibelakang ini ada masalah yang paling mendasar yaitu dosa manusia yang sudah mendasar dan dosa bawaan yang mengontrol diri kita kendati memang dosa kita sudah ditebus dan dikuduskan oleh darah Kristus namun sifat keberdosaan itu terus mengikuti dan mempengaruhi kita dalam kehidupan sehari-hari.

Hal inilah yang harus kita sadari bahwa sifat keberdosaan ini selalu ada dalam diri dan  selalu membawa  kecenderungan bagi manusia untuk  berbuat sesuatu yang berdosa, dan inilah yang sulit bagi kita untuk mengalahkan diri kita sendiri.

Sebagai contoh dari Alkitab, Rasul Paulus mengatakan banyak hal baik yang dia ketahui namun tidak selalu hal baik yang ia lakukan dalam kehidupan. Begitu juga dengan kehidupan kita, sekelas Rasul Paulus pun mengakui banyak kesulitan sebagai manusia yang harus dihadapi.

Dalam hidup kita banyak sekali harapan dalam diri yang ingin dicapai, kedudukan, harta kekayaan, pandangan orang terhadap diri, penerimaan diri dan banyak hal lainnya, sehingga dalam hal ini seringkali kita tanpa sadar demi mencapai keinginan ini menyerempet hal-hal berdosa, misalnya menonjolkan diri, meremehkan orang lain, menyenangkan orang lain atau atasan, melobby orang tertentu untuk mencapai harapannya dan banyak hal negative lainnya yang bisa  dilakukan tanpa kita sadari muncul dalam diri.

Sebagai orang percaya, baik rohaniwan, akitvis tidak luput dari permasalahan ini oleh karena itu perlu kewaspadaan tinggi dalam bertingkah laku dalam menghidupi kehidupan dalam dunia secular maupun dalam lingkungan pelayanan.

Kesadaran tinggi akan keberadaan diri ini adalah kedewasaan dalam hal psikologis maupun teologis seseorang, dan ini tidak lepas dari keinginan belajar terus untuk bertumbuh menyerupai Kristus. Kehidupan rohani pribadi sangat penting, untuk membawa kita makin mengenal diri. Bersandar pada Tuhan dan mendengar suara Tuhan menjadi syarat mutlak. Kesimpulan yang boleh kita ambil adalah terus bergaul erat dengan Tuhan untuk semakin mengenal Allah dan dengan mengenal Allah semakin tau kehendak Allah pada manusia juga membawa kita mengenal diri kita sebagai manusia berdosa.

Tuhan memberkati.

Monday, July 29, 2024

Type dalam Bekerja

Ada banyak macam type manusia dalam menjalankan kehidupan ini terutama dalam berprilaku dalam lingkungan pekerjaannya. Type yang ada ini adakalanya dalam relasinya tidak selalu selaras adanya bahkan kadang bisa terjadi konflik.

Secara umum sebagai manusia yang mewarisi sifat keberdosaan selalu memiliki kecendrungan mencari keuntungan bagi dirinya sendiri atau mencari kesempatan untuk hal yang menguntungkan dirinya. Ini adalah hal yang umum dalam suatu lingkungan pekerjaan.

Banyak orang tidak menyadari type prilakunya dan acapkali bisajuga menimbulkan ketidak sukaan bagi orang lain apalagi yang bersentuhan atau berhubungan dengan nya.


Type -type itu Bisa dikategorikan:

1. Type Mercusar, yaitu type prilaku yang sangat ingin menonjolkan dirinya Baik dalam ucapan maupun dalam berprilaku dalam keseharian. Ingin selalu menonjolkan dirinya dan ingin dihargai dan di terima menjadi seseorang yang dianggap hebat. Mungkin orang type ini tidaklah sehebat dengan apa yang dikatakanya, tidak terwujud dengan apa yang di lakukan atau yang telah dikerjakannya namun orang type seperti ini bisa menutupinya dengan berbicara yang hebat dan meyakinkan orang lain.

2. Type Siput, yaitu Satu type yang tidak pernah berani menonjolkan diri, selalu bersembunyi dalam tempat yang nyaman. Orang type ini bisa jadi mempunyai banyak ide dan pemikiran yang baik namun selalu malu untuk mengemukakannya dan merasa malu, merasa pemikirannya kurang bagus sehingga malu untuk di kemukakannya.  Orang type ini seringkali merasa pemikirannya itu diambil Oleh orang lain dan marah dalam hati namun tidak bisa apa-apa karena tidak ada keberanian.

3. Type Bulldozer, yaitu Satu type yang energik dan apa yang dipikir lalu selalu dikerjakan bahkan tanpa berpikir panjang langsung dikerjakan. Orang type ini seringkali juga tidak terlalu perduli dengan aturan dan menabrak Sana sini yang penting apa yang di pikirkan dapat di wujudkan. Tidak memikirkan secara matang dan mempertimbangkan terlalu jauh baik atau buruk. Type seperti ini memang kadang dibutuhkan untuk merealisasikan suatu rencana yang tertunda tundra di tangan mereka pasti dengan segra akan terwujud.

4. Type Kancil, Sesuai dengan type binatang ini yang lincah dan sedikit nakal alias licik. Type ini bisa memberikan hal buruk jika terpicu Oleh sesuatu yang buruk dan bisa mempengaruhi orang lain. Orang type ini seringkali menggunakan orang lain untuk mencapai misinya. Mereka memperhatikan suatu situasi lalu merencakan sesuatu tetapi menggunakan orang lain dan mengekseskusinya agar maksud dan citanya tercapai. Orang type tersebut selalu menampilkan dirinya pandai dan Baik namun tidak pernah menggunakan tangannya melakukan sesuatu yang akan memberikan citra buruk dan selalu memakai Cara menggunakan tangan orang lain dalam melakukannya. Orang seperti demikian akan menjadi musuh dalam selimut Karena kita tidak pernah tau maksud hatinya dan bisa Saja suatu saat akan menggunakan diri kita juga.

Demikian beberapa type yang bisa kita perhatikan namun tentu saja masih saja ada type lainnya yang tidak disebutkan disini. Dan type ini bisa ada dalam lingkungan kerja kita bahkan dalam lingkungan pelayanan orang Kristen Baik di para church ataupun dalam Gereja sekalipun.

Mari kita juga memperhatikan diri kita apakah kita ada dalam salah satu type seperti ini dan bagaimana kita dapat mengatasinya agar tidak bertindak negatif dan merugikan rekan kerja atau institusi dimana kita berada dan juga bagi diri kita sendiri

Tuhan memberkati


Kelemahan dan kecendrungan

 

Sebagai manusia berdosa maka kecendrungan manusia secara umum adalah melakukan dosa, dengan demikian kecendrungan itu menandai suatu kebiasaan dari keadaan manusia sehingga berbuat seperti itu.

Kesadaran ini sangat baik sehingga membawa kita dan mengajarkan kita untuk berlaku hati-hati dalam hidup ini dalam bertingkah laku. Bagaimana kita mengatasi kecendrungan hidup yang tidak baik ini agar tidak selalu hidup di dalam dosa.

Beberapa kelemahan  dan kecendrungan manusia didalam hidup ini meliputi banyak hal yang tanpa sadar kita lakukan dalam keseharian, hal-hal itu antara lain adalah:

Kebanggaan diri. Yaitu perasaan selalu ingin diterima dan diakui keberadaannya. Sebagai seorang rohaniwan aku pun melihat ini merupakan suatu sisi gelap manusia secara umum. Sebagai seorang rohaniwan seringkali merasa terluka jika tidak dihargai, jika tidak pernah diundang kotbah, tidak pernah diminta pendapatnya, tidak menerima pujian atau diakui hal yang dilakukan dalam pelayanannya.

Iri  hati. Kecenderungan selalu merasa iri hati kepada mereka yang berhasil dalam hidup, dan selalu merasa diri sendiri lebih baik dan bisa lebih baik jika ada kesempatan yang diberikan kepadanya. Merasa iri terhadap mereka yang lebih dikenal, lebih berada dalam hal keuangan, bahkan merasa iri hati terhadap  mereka yang memiliki barang barang yang lebih dari dirinya.

Materi. Berhubungan dengan kebutuhan hidup dan kemapanan hidup, kendati sebagai seorang hamba Tuhan tetap adalah manusia biasa saja yang juga membutuhkan uang dalam hidup ini sehingga tidak heran semua manusia berusaha mencari yang lebih dan lebih lagi agar lumbung-lumbungnya semakin bertambah sehingga mencukupkan kebutuhan hidupnya. Dalam hal demikian maka bisa ada kecendrungan mengejar materi dan ini bisa memberi diri masuk kedalam banyak hal kearah materialistik. Apalagi jika seorang rohaniwan yang materialistik tentu saja tidak baik di mata para jemaatnya, celakanya seringkali tidak merasa diri materialistik karena memang itu kebutuhan wajar manusia.

Kebenaran diri. Merasa diri paling benar dan merasa orang lain selalu salah dan diri benar. Ada kecendrungan merasa orang lain tidak mau mendengar dan menerima pendapatnya, padahal menurutnya pendapatnya sangat baik. Ada kecendrungan selalu mencari dan melihat kesalahan orang lain dibanding dengan mengkoreksi diri. Ada kecenderungan sulit untuk diberitahu dan merasa direndahkan atau ditolak jika pendapatnya tidak diterima.

Waktu. Setiap orang seyogianya mempunyai waktu yang sama sehari 24 jam dan sehari namun banyak orang merasa diri sibuk sehingga kekurangan waktu dan ada kecendrungan merasa orang lain tidak seberat dia dalam menggunakan waktu untuk bekerja, seakan dia yang paling sibuk dibanding dengan yang lainnya. Permasalahannya seringkali kita Ada kecendrungan marah jika dipermasalahkan mengenai waktu karena merasa sudah memberikan waktunya dengan maksimal.

Masih banyak hal lainnya yang muncul dari kebiasaan kita sebagai orang berdosa dalam bertingkah laku dalam hidup ini. Sadar bahwa sebagai orang berdosa sifat keberdosaan ini seringkali melekat dalam diri manusia walau  sudah diselamatkan dan dibebaskan dari dosa namun kecendrungan berdosa selalu muncul dan mendorong kita melakukan dosa.

Dengan menyadari hal ini justru seharunya membawa kita mawas diri dan sadar  serta berhati-hati dalam menyikapinya jangan Sampai terjebak didalamnya dan akhirnya kembali berdosa, namun kita harus menyikapi dengan sebaliknya bahwa menyadari ada kecenderungan negative yang membawa kedalam keberdosaan dengan berlaku dengan hati hati

Wednesday, January 18, 2023

Tahun Baru Pergumulan baru

 

Perjalanan hidup terus berlanjut, detik demi detik, menit ke menit lalu beranjak hari ke hari, minggu bulan dan tanpa terasa setahun sudah Kembali dilewati, apa yang terjadi dengan hidup kita?

Sepertinya tidak terlalu banyak yang berubah dalam beberapa hal, namun bagi beberapa orang mungkin terjadi perubahan drastis dalam hidup ini. Banyak hal yang telah terjadi dalam tahun yang telah kita lewati baik suka maupun duka silih berganti dalam hidup ini.

Usia yang terus menggerogoti kondisi tubuh kita perlahan tetapi pasti mulai terasa dalam kesibukkan sehari-hari. Kita menyadari bahwa kita tidak lagi sekuat dahulu, kita menyadari banyak hal telah berubah dan telah diambil alih oleh generasi muda. Kendati kita terus berpacu dengan kemajuan zaman dan mengiktuinya agar tidak terlibas oleh zaman, namun akhirnya tidak terkejar jua yang ada adalah semakin tertinggal, semua ini adalah proses kehidupan yang dialami oleh semua manusia.

Alkitab pernah menuliskan bahwa segala sesuatu itu adalah sia-sia adanya dan segala sesuatu pernah ada dalam dunia dan perlahan akan lenyap digantikan dengan yang baru, apa yang kita lakukan tidak ada yang baru semua silih berganti. Pertanyaannya apakah kita menghidupinya dengan sia-sia ataukah kita menjalaninya dengan kesadaran penuh bahwa kita sedang menuju ke garis akhir kehidupan dan perlu meninggalkan legasi pada generasi penerus.

Kebergunaan kita adalah tatkal akita menjalaninya sesuai dengan rencana Allah dalam hidup kita namun tidaklah mudah untuk menyadari dan mencari tau apa yang Tuhan ingin kita kerjakan dalam setiap fase kehidupan kita.

Tahun baru, kita harus kembali merevisi hidup dan mempunyai resolusi baru dalam hidup, perlu siap untuk terus mengadakan perubahan hidup. Tahun 2023 ini ada yang mengatakan tahun yang berat namun mungkin menjadi tahun berkah bagi orang lain. Tuhan punya caranya sendiri dalam hidup kita masing-masing yang kadang kita tidak pernah bisa mengerti. Jika kita jujur dalam hidup kita dan melihat tahun tahun yang telah kita lalui harus kita akui banyak hal terjadi yang kita tidak mengerti tetapi ada tangan Tuhan disitu. Jadi untuk menghadapi tahun kedepan tetap harus optimis menjalani hidup ini dan berusaha terus berjalan dalam Tuhan dan berelasi erat dengan Tuhan. Jangan selalu melakukan sesuai dengan harapan orang tetapi berubahlah sesuai dengan kehendak Tuhan dalam hidup ini.

Mari kita menyongsong tahun 2023 ini dengan segala perubahan yang mungkin terjadi dengan terus bersandar kepada Tuhan dan berharap hanya kepadaNYA.