Wednesday, June 16, 2021

Percakapan imajiner

 

Obrolan Imajiner

Hai Wie sayang, sudah lama kita tidak berjumpa, tidak bercengkrama, bersenda gurau sudah hampir 3 bulan yah Wie, cepat sekali waktu berlalu.

Keterpisahan ini membuat aku selalu sedih jika mengingat akan dirimu Wie, bukannya aku tidak move on tetapi aku merasa kehilangan semangat dan suka cita seperti saat bersamamu, walau aku mengerti sekarang kamu sudah tidak lagi bisa bersamaku tetapi setiap kali mengenang masa indah bersamamu hatiku terernyuh.

Wie aku sedih bukan menyedihkan dirimu tetapi menyedihkan diriku sendiri, karena aku tau kamu sudah berbahagia di Sorga Bersama Tuhan kita Yesus Kristus. Aku menyadari sesungguhnya dengan kondisi penderitaanmu saat sakit memang lebih baik engkau pulang kerumah Bapa di Sorga. Aku senang kamu tidak lagi menderita sekaligus aku sedih karena aku harus menderita hidup sendirian.

Wie aku kesepian, walau banyak teman konsen kepadaku dan sering menghiburku namun karena pandemic dan tidak bisa sembarang keluar ketemu orang menambah aku semakin sulit karena kemanapun aku melangkah selalu ada kenangan bersamamu

Aku pergi ke MOI aku ingat kita selalu masuk ke Uni Qlo dan tempat lainnya, Ketika aku diajak makan aku selalu ingat tempat kita di Greendoor yang kita suka, waktu aku ke Sushi Hiro aku ingat kita selalu memesan kepala ikan salmon  ahh …. Wie tidak ada tempat yang tidak ingat kamu.

Aku merasa bagaimana jika berlibur tanpa dirimu, ah… sepinya hati ini. Wie aku menagis sambal mengetik surat ini aku merasa seperti sedang bicara denganmu langsung. Kemarin 12 juni kamu ulang tahun aku harus liwati sendiri dan aku ingat tahun lalu kita rayakan berdua di Greendoor tahun ini kami Bersama sama merayakan ulang thaun kamu lho dengan Eunike. Mereka mendirikan Chappel dengan nama LWJ Living with Jesus dari pelesetan namamu Lie Weijen. Wie hari itu aku bangga sekali denganmu, hidupmu sungguh dipakai Tuhan dan mempengaruhi banyak orang. Aku senang mempunyai istri sepertimu bangga, aku juga menyadari bahwa nama kita itu ternyata menjadi hal menarik JLM LWJ ( Julimin Lie Wei Jen) ternyata jika aku pelesetkan menjadi Jesus Love Me, Living With Jesus. Karena Jesus Cinta saya maka saya bisa hidup dengan Jesus. Kenapa setelah kamu pergi aku baru menyadarinya yah.

Wie sayang aku kesepian tidak lagi bisa melihat seringai senyummu, tidak lagi bisa mendengar tawamu dan celotehanmu, untung selama hidup aku selalu memanfaatkan waktu selalu bersamamu, mungkin itu juga yang membuatku sangat kehilangan.

Aku rela melepas kepulanganmu karena aku memang tau kamu adalah sepenuhnya milik Tuhan pencipta kita, dan kamu telah Kembali kepadaNYA dan bersyukur Tuhan sudah memberi kesempatan 30 tahun kurang 3 bulan hidup Bersama denganmu.

Aku kadang sedih tatkala aku harus melayani konseling bagi konselee kita berdua dan aku sedih mereka kehilangan kamu tempat mereka mencurahkan hati dan perasaannya untuk hal ini aku tidak bisa menggantikanmu, aku berusaha sebaik mungkin untuk melayani mereka dalam konseling tetapi mereka kehilangan figure dirimu, aku jadi sedih sekali.

Aku bersyukur Wie karena ada kelompok WA kami yang berduka dan aku melihat banyak mereka yang sedang berduka dan mengalami patah hati seperti aku dan kami masing-masing mencari jalan untuk keluar dari masalah kesedihan ini. Aku bersyukur ada caraku sendiri dengan sering bicara denganmu dan melakukan hal yang ktia suka.

Wie setiap lari pagi di komplek apartemen kita aku selalu merasa kamu lari disebelah aku bahkan kadang seperti biasa kamu ambil route lain dan aku ambil route sebaliknya kita sering berpapasan ketemu di belokkan tower G, nah setiap kali aku belok disana aku  serasa melihat kamu sedang lari tersenyum padaku.

Satu kali aku bermain sepeda ke PIK aku ingat tempat kita lari waktu itu, sekarang aku liwati lagi tetapi dengan bersepeda, aku membayangkan indahnya jika bisa bareng dengan kamu.

Yah itulah Wie hari hari aku liwati dengan mengenang hal yang indah kadang tetap sedih mungkin orang merasa aku tidak move on tetapi sesungguhnya tidak juga aku sadar kok dan sudah mulai aktif banyak hal, Cuma perasaan kan gak bisa di bohongi jadi aku nikmati saja perasaan sedih datang khusus ya tatkala dalam kesedihan.

Kelompok Sumba Kita dengan Keluarga Suta Jusni, Riki Epenk masih terus lari Bersama dan pergi Bersama bahkan saat ini kita juga memelihara anjing, awalnya aku pelihara Chi hua hua seperti yang kamu bilang kalau aku mau urus boleh pelihara sekarang aku pelihara, kemudian epenk juga pelihara anjing ha ha ha ha  jadi banyak obrolin anjing sekarang.

Wie banyak yang sedih atas kepergianmu, termasuk teman baik kita Hendro, dia yang paling menemaniku saat aku perlu tatkala sedih. Aku kadang merasa Tuhan beri dia untuk menolong aku dikala sepi. Bahkan keluargaku pun tidak ada waktu untuk sering sering menanyakan kabar kepadaku malah lebih banyak aku yang mengajak mereka untuk bertemu di Zoom.

Wie sayang aku aku bersyukur kepada Tuhan di hari pernikahan kita kemarin aku menyadari Tuhan baik tidak ijinkan aku melihat wajah tuamu karena saat engkau pulang kesorga wajahmu masih tetap muda dan berseri dan wajah inilah yang selalu aku kenang dalam kecantikannya tentu saja bagiku yah.

Wie Achuang anak angkat kita masih sedih sama seperti aku, dia masih kontak aku namun dia belum ke Jakarta dan tentu dia juga masih gamang kejakarta teringat biasa ingin ketemu kamu sekarang menyadari kamu sudah tidak ada pasti dia sedih.

Wie banyak hal aku ingin bicara dengan kamu seperti biasa kita ngobrol menjelang tidur atau waktu lagi santai. Aku sering ngobrol sendiri seakan kamu ada di sebelah aku. Wie aku kehilangan kamu dan mengasihimu demikian juga Achuang mengasihimu juga teman lain.

Wie ingatkah terakhir kita liburan ke Bali terakhir kamu naik pesawat kita di belikan bisnis class oleh Achuang untuk menyenangkan kita ternyata itu kesempatan pertama dan terakhir bagimu naik bisnis class     

    


Bisnis class pertama dan terakhir

Di RSK Cibinong terakhir kali

terakhir keluar negrike  USA\

Terakhir bersama anak angkat dan mantu
Terakhir liburan Di bali












 Kenangan foto yang dapat ku nikmati bersama sang istri tercinta

Dua wanita yang paling mengerti hidupku dan diriku
satu adalah mamaku
lainnya adalah istriku
Namun keduanya telah tiada meninggalkan aku seorang diri
Aku sadar aku harus tetap menjalani hidup ini dan tau dengan baik bahwa Tuhan bersertaku

 


 


 

 

































Kenangan bersamamu terlalu indah dan selalu akan kukenang

Hari-Hari bersamamu sungguh memberi suatu arti dan bersyukur simasa akhir kita bisa menikmati hari ddengan bahagia dan tanpa ada konflik yang berarti