Monday, June 28, 2010

Generating Conversation


Bersyukur pada Tuhan kali ini Eunike Counseling Center diajak oleh satu lembaga counseling yang bekerja sama networking dengan Eunike Counseling center dalam beberapa event pada beberapa waktu yang lalu. Para counselor dari Eunike sangat dekat dengan hampir semua personil lembaga konseling Life Srping dan dikesempatan kali ini Life Spring memberi kesempatan kepada ECC untuk ikut ambil bagian dalam pembinaan para Counselor sebagai peserta dalam acara conference di Singapore akhir Juni ini. Suatu kesempatan yang indah yang Tuhan berikan melalui Life Spring, dan keterbukaan dari Lembaga counseling Life Spring untuk mengembangkan pelayanan counseling di Indonesia patut diacungkan jempol, mereka tidak berjalan sendirian kedepan tetapi mengajak lembaga lain bertumbuh bersama, sungguh berkat dan anugrah dari Tuhan.
Dari Eunike counseling center diwakili oleh counselornya yaitu Ev. Julimin Nagaputra, Ev. Lie Wei Jen dan Ev. Nani Priscilla
Melalui acara ini kami semua sungguh sangat terbekati dan di bekali untuk pelayanan di kemudia hari demikian juga membuka wawasan kami dalam pelayanan di bidang counseling.
Kiranya dengan segala berkat dan bekal yang telah di terima membawa kami semakin dipakai Tuhan. Terima kasih Tuhan.

Sebulan Mama meninggalkan kami


Hari terus berjalan, menapak tiada henti detik demi detik, menit demi menit, jam jam pun berlalu bahkan hari berlari meninggalkan jejak sebulan telah berlalu.
Sebulan Engkau telah kembali kepangkuan Bapa di Surga, sebulan Enkau telah meninggalkan kami semua. Masih terbayang kata-katamu: kamu tidak ingin pergi meninggalkan kami karena mau lebih lama bersama dengan kami, padahal waktu perpisahan itu kentara semaki mendekat. Hati kami berdegub menanti hari itu dan kaupun mengejar waktu untuk selalu meminta kami lebih sering datang menengokmu selagi bisa. Engkau adalah mama mertua yang perhatian dihari mendekati akhir hidupmu saat kau sakit menderita diantara kesadaranmu kita mengobrol, dan perhatianmu adalah pada kesehatanku padahal kamupun sedang berjuang dengan penyakit tua yang menggerogotimu.
Mama yang kami kasihi, teringat ketika kita bersama tinggal di Jakarta ditempat kami, dirumah yang kecil kita selalu bercampur bersama dikamar, kadang hatiku kesal ada saat merasa terganggu tetapi semua itu sekarang sirna dan tertinggal kenangan belaka.
Mama sebulan sudah kita berpisah, kami tahu Engkau berbahagia disana dengan penciptaMu dan berkumpul dengan papa dana koko cici yang telah mendahului kesana.
Ma saat kami akan melarung sisa fisikmu kelaut menjadi kenangan dalam hati kami yang tak akan lekang oleh zaman bahwa pernah ada didunia ini yang bernama Jap Siok Nio atau Nyonya Lie Wan Lung yang menjadi mama dari istriku dan mama mertuaku.
Selamat jalan mama, selamat menikmati kekekalan bersama Tuhan di Sorga, sampai kita bertemu kembali di sorga sana

Anak dan mantumu: Lie Weijen dan Julimin si Musafir Girang.