Tuesday, January 7, 2020

Suka duka seorang konselor Kristen


Pelayanan konseling melelahkan karena meliputi perasaan dan juga pkiran. Perlu penguasaan diri yang kuat agar tidak sampai hanyut dalam pelayanan terhadap  konselee kita dan kita harus tegas memberikan masukkan dan membuka wawasan klien kita agar mereka bisa melihat permasalahan mereka dengan jelas dan akhirnya bisa mengambil keputusan lebih tepat bagi hidupnya.

Sebagai seorang konselor seringkali harus menghadapi keletihan fisik dalam mendengarkan pemaparan masalah oleh Klien dan sering kali juga klien itu hanya ingin mendapat persetujuan akan keputusan atau pendapatnya saat melakukan konseling. Dia akan menjadi sanga marah jika ternyata kita tidak sepaham atau menyetujui caranya dan akhirnya bisa berbuntut macam- macam.

Pernah dalam pelayanan seorang konselee tidak bisa menerima pendapat orang lain yang bertentangan dengan prisnipnya yang memang salah secara kebenaran namun dia tidak bisa melihatnya sehingga menjadi sangat marah dan mengancam, itulah salah satu bagian dukanya.

Hal lain pernah seorang konselee datang dan mengeluh Panjang lebar tentang hidupnya yang  terlunta-lunta, kesulitan keuangan dan lainnya. Secara pemahaman sering kali konselor menyadari harus menjaga perasaan, namun serng kali  sulit juga untuk tidak melibatkan perasaan iba dan akhirnya memberi bantuan pinjaman materiil. Tidak di beri rasanya kasihan waktu akan kita beri, hati kecil menyadari bahwa ini ada salahnya karena mungkin sekali kita tertipu oleh cara mereka. Akhirnya tetap di berikan dengan pemikiran jika ternyata benar dia membutuhkan akan sangat menolong, namun jika tertipu karena memberikan ini urusannya dengan Tuhan. Pemikiran ini melegakan konselor untuk memberikan, Namun  dalam pengalaman beberapa kali ternyata memang ada juga yang memang menipu dengan modus seperti itu.

Yang menyedihkan lainnya adalah tatkala konselee menyerah dan tidak lagi mau berjuang. Mereka mungkin tidak merasa perlu lagi berjuang sementara konselor seringkali melihat masih ada celah yang bisa di bereskan asal mereka mau berjuang, maka tatkala mereka mundur maka kesedihan akan menerpa hati seorang konselor.

Yang paling menyedihkan adalah mereka tidak merasa perlu untuk konseling. Banyak masyarakat merasa konseling itu adalah untuk mereka yang sedang sakit ada masalah besar dalam rumah tangganya. Ini adalah konsep-konsep yang keliru. Konseling sangat diperlukan tatkala masalah itu belum ada namun ada kemungkinan bisa muncul maka perlu sekali mengantisipasi, bukan bermasalah baru mencari konselor.

Seorang konselor Kristen mencoba melakukan pelayanan konseling melalui bidang ilmu psikologi dan konseling dan mengintegrasikan firman Tuhan kedalam hidup real mereka, namun tetap saja banyak anggapan bahwa konselor itu secular tidak alkitabiah, sehingga bagi mereka cukup melakukan firman Tuhan dan berdoa cukup. Saya setuju Firman Tuhan yah dan amin namun dalam melakukannya tidaklah mudah karena akan berbenturan dengan kemanusiaan seseorang, maka alangkah baiknya jika penyampaian firman Tuhan itu melalui pendekatan psikologi sehingga lebih mudah di cerna secara  perasaan melalui konseling, namun sangat sedikit mereka yang bisa mengerti hal ini, ini sangat menyedihkan hati konselor Kristen

Apakah semua itu membuat kita mundur dari pelayanan. Tidak ……, pelayanan kita adalah pelayanan kemanusiaan membantu mereka menemukan masalah mereka dan biarkan mereka selesaikan masalah itu didalam Tuhan. Konselor kristen hanyalah kepanjangan tangan Tuhan dalam melayani umatnya.

Setiap bidang dalam melayani masyarakat ada suka dan dukanya, dan biarlah kedua ini menjadi kekuatan seseorang dalam melayani sesamanya. TUHAN MEMBERKATI.

No comments: